Selasa, 16/03/2010, 13:44:00
Budidaya Padi Varietas Mearuke Menguntungkan Petani
Ruslan Nolowijoyo

Panen perdana padi jenis Merauke hasil uji coba petani di Desa Karangasem hasilnya sangat menguntungkan. (FT: Ruslan Nolowijoyo)

PanturaNews (Pemalang) – Upaya meningkatkan produksi panen padi dengan bibit varietas baru jenis Merauke, dilakukan petani Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Jenis padi ini memiliki keunggulan dalam produksi dibanding jenis biasa.

Menurut Suciwiyanto (50), petani setempat, padi Merauke memiliki untaian lebih panjang dan jumlah butiran gabah lebih banyak. “Untaiannya mencapai 30 cm dan berisi hingga 300 butir gabah,” tuturnya di gubuk kelompok tani, Selasa 16 Maret 2010 siang.

Pada panen perdana, Senin 15 Maret 2010 di lahan uji coba seluas 1 hektar hasilnya hingga 16 ton gabah. Sedangkan jenis biasa hasilnya hanya 9-10 ton. Secara kalkulatif pembiayaan jenis Merauke relatif wajar, meskipun harga bibit sementara ini masih tergolong tinggi, yakni Rp 10.000 per Kg. Untuk lahan 1 hektar dibutuhkan bibit sebanyak 50 Kg. Pembiayaan lain meliputi persiapan mengolah lahan, perawatan, penanggulangan hama tanaman dan pemupukan yang mencapai sekitar Rp 6 juta.

Dengan harga tebasan Rp 20,4 juta per hektar, petani padi Merauke mendapatkan keuntungan Rp 14,4 juta. Pupuk yang digunakan untuk padi jenis Merauke adalah jenis pupuk kimia dan pupuk organik yang penghematannya mencapai 25 persen.

Keunggulan lain adalah biaya penanggulangan hama lebih rendah, karena jenis ini kurang disukai hama penggerek seperti tikus. Dengan hasil panen yang relatif bagus, padi jenis Merauke mulai diminati petani desa sekitar yang mengikuti jejak petani dari Kelompok Tani Lohjinawi, Desa Karangasem.

Mantri pertanian yang menyaksikan pemetikan perdana jenis Merauke, Muntoro mengakui produksinya lebih bagus. “Satu untaian mencapai 380 butir gabah, sedang jenis biasa hanya sekitar 150-230 butir,” katanya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita