|
PanturaNews (Senayan) –Pentingnya 4 pilar perlu dilaksanakan secara real, bukan hanya sekedar hapalan text book. Karena 4 pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri bangsa Indonesia.
Hal itu tercetus saat Ketua MPR RI, HM Taufiq Kiemas menerima Farum Rektor Indonesia (FRI) mengupas pentingnya 4 pilar di ruang rapat Pimpinan MPR RI, gedung Nusantara, lantai 9, MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 30 Maret 2010 kemarin.
Ketua MPR RI didampingi para Wakil Ketua diantaranya, Hajrianto Y Thohari, Melani Leimena Suharli, Lukman Hakim Saefudin, dan para pimpinan Fraksi-fraksi MPR RI.
Sementara dari Forum Rektor Indonesia di pimpin langsung oleh Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, Prof. Dr. Thoby Mutis, Prof. Dr. Zulkifli Husin, Prof. Dr. Suharyadi, M.S, Prof. Wibisono Hardjopranoto, M.S, Prof. Dr. Badia Perizade, M.B.A, H.I Komang Suka’arsana, S.H,M.H dan Prof. Dr.Eddy Suratman, SE,MA.
“Eksistensi MPR RI bertambah baik dimata masyarakat, karena orang-orang pintar (Rektor-red) mau datang ke MPR RI,” kata Taufiq Kiemas saat membuka pertemuan.
Ketua FRI, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S mengatakan bahwa di dalam melakukan sosialisasi 4 pilar, akan jauh lebih baik lagi apabila materi yang disampaikan disajikan dengan cara–cara yang lebih menarik. Sehingga pesan–pesan yang hendak diberikan akan lebih efektif diterima oleh masyarakat luas. Selain itu materi, sistem dan konsep juga harus lebih jelas.
Pada kesempatan tersebut, FRI menyatakan kesanggupannya untuk turut membantu MPR didalam mensosialisasikan 4 pilar. Karena bagi mereka memang jati diri bangsa tersebut harus tetap dijaga bersama.