Jumat, 17/03/2017, 10:46:49
Tekan Inflasi, DKI Bakal Borong Bawang dan Cabai
Laporan Takwo Heriyanto

Bupati Brebes (kiri) dan Doni P Joewono (kanan) sepakat kerja sama komoditas bawang merah dan cabai (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Upaya menekan inflasi karena kurangnya pasokan kebutuhan pokok strategis, khususnya komoditas bawang merah dan cabai dari petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi (DKI) Jakarta rencana bakal memborong kedua komoditas pertanian tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPID DKI Jakarta, Doni P Joewono beserta rombongan usai menggelar pertemuan dengan Bupati Brebes dan jajaranya di Pendopo Bupati Brebes, Jumat 17 Maret 2017.

Adapun dalam kunjunganya ke Kota Bawang itu, Pemprov DKI Jakarta beserta rombongan dari DPRD dan PD Pasar Jaya, dan TPID DKI Jakarta.

Menurut dia, rencana memborong komoditas bawang merah dan cabai di sentra pertanian di Brebes, kerena kondisi inflasi di Jakarta saat ini naik. Selain itu, pembelian langsung ke petani di sentra pertanian di Kabupaten Brebes, juga sebagai upaya melindungi petani pada saat masa panen raya tiba.

"Sejauh ini permasalahan khusus yang dialami disana (DKI-Red), berpengaruh signifikan kepada inflasi yang saat ini naik. Dan juga upaya untuk menstabilkan harga pangan di pasaran seperti, bawang merah dan cabai yang harganya masih tinggi," ungkapnya.

Joewono menyampaikan, jika Jakarta sangat membutuhkan semua pasokan bahan pertanian. Ia menyebut, pembelian dari Pemprov DKI dilakukan sekaligus untuk menyelamatkan harga saat panen raya.

"Kebutuhan bawang merah dan cabai di Jakarta satu hari saja antara 80-90 ton. Harapanya agar dengan penjajagan seperti ini, bisa memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan dua komoditas itu," terangnya.

Sedangkan untuk penyimpanan bawang merah, lanjut dia, Pemprov DKI saat ini sedang membangun gudang penyimpanan dengan kapasitas yang cukup besar.

"Saat ini gudang besar sedang dibangun untuk menyimpan bawang merah dan cabai yang bisa tahan selama enam bulan. Yang nantinya (bahan) diambil ketika masa paceklik sehingga ketika dikeluarkan bisa untuk stablisasi harga di Jakarta, bisa memotong rantai tengkulak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, gudang penyimpanan bawang merah dan cabai nantinya akan dikelola oleh PD Pasar Jaya juga dilengkapi dua unit mesin penyimpanan canggih dengan total kapasitas per mesin dapat menyimpang hingga 20 ton.

Dua mesin penyimpanan itu, rencananya dipesan dari PT Pura, perusahaan yang bekerja sama dengan sejumlah universitas. Mesin itu nanti dilengkapi nitrogen dan bisa mempertahankan kualitas bawang merah hingga enam bulan dan tiga bulan untuk penyimpanan cabai.

"Mesin penyimpanan itu memiliki berat 20 ton. Mesin itu dapat mengatur suhu untuk menjaga kualitas bawang dan cabai. Nantinya dua mesin itu akan ditempatkan di Pasar Induk Kramatjati untuk menyediakan pasokan bawang dan cabai yang harganya sering melonjak," tandasnya.

Adanya rencana penjajagan kerjasama itu, disambut baik oleh Bupati Brebes Idza Priyanti. Idza berjanji segera menyiapkan sentra pertanian di Brebes khususnya bawang merah dan cabai untuk memenuhi permintaan dari Pemprov DKI.

"Kami membuka tangan lebar atas rencana kerjasama ini dan segera untuk dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Kelompok tani terkait bagaimana mekanismenya nanti kedepan bersama pihak PD Pasar Jaya," kata Idza.

Bupati Brebes, Idza menjelaskan, bahwa Kabupaten Brebes merupakan penghasil komoditas bawang merah terbesar di Jawa Tengah, dan sebagai penyuplai 40 persen kebutuhan secara nasional.

"Satu tahun jumlah produksi bawang merah disini mencapai 350 ribu ton. Jadi kami optimis dan siap membantu untuk pemenuhan permintaan dari Jakarta. Begitu pula dengan cabai yang juga kami yakin bisa memenuhi juga," paparnya.

Disisi lain, manfaat kerjasama yang diperoleh selain mensejahterakan petani. Juga dapat menstabilkan harga bawang di pasaran.

"Kerjasama ini sangat menguntungkan petani, karena harga sudah diatur sesuai aturan. Jadi petani dijamin tidak akan mengalami kerugian kalau dibeli oleh Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya. Utamanya rantai tengkulak juga pasti terpangkas dengan sistem yang seperti sekarang ini," pungkasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita