Jumat, 28/05/2010, 21:49:00
Ki Dalang Anton Surono, Terbitkan Buku Ajar Bahasa Inggris
SL Gaharu & Lanang Setiawan

Ki Anton Surono dan bukunya. (FT: Lanang Setiawan)

PanturaNews (Tegal) - Orang mungkin tak kenal siapa Surono SPd, MPd, karena nama itu hampir tidak pernah dikenalkan oleh masyarakat. Tapi ketika kita menyebut nama Anton Surono, secara reflek angan kita akan melesat langsung mengaitkannya pada dunia seni atau pedalangan. Sebab dia selain berprofesi sebagai dalang wayang kulit dan golek, juga salah satu guru SMA Negeri di Kota Tegal.

Ki Dalang Anton Surono, menerbitkan sebuah buku bertajuk “Gaze Forward (An English Couse Book for - Senior High School Students SMA/MA). Kisah Surono membuat buku mata pelajaran Bahasa Inggris itu, dimulai ketika pada liburan panjang setengah bulan lalu kedatangan teman dari SMA Negeri I Ajibarang, Purwokerto bernama Ahmad Sarebani SPd, MPd ke rumahnya di Perumahan Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Temannya itu menawarkan untuk bersama-sama membuat buku ajar untuk tingkat SMA/MA.

“Saat itu, memang saya sedang menikmati masa liburan setengah bulan. Tiba-tiba datang teman saya dari Ajibarang dan saya ditantang untuk membuat buku mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya sanggupi tantangan itu. Dan memang saya sudah punya kredo, bahwa tahun 2010 adalah tahun peluncuran buku. Oleh karena itu saya sengaja melakukan topo diam, karena seorang pembuat buku itu harus banyak diam, tetapi banyak merenung dan sekaligus membaca alam. Artinya, bahwa proses pembuatan buku yang kita lalui dalam ini paling tidak dari mulai jam 8 pagi di depan komputer sampai baru berhenti ketika jam 3 dini hari,” tutur Surono.

Kesuntukan Surono menekuni proses pembuatan buku itu, akhirnya membawa hasil memuaskan dengan menelorkan satu karya buku prestisius bertajuk “Gaze Forward (An English Couse Book for - Senior High School Students SMA/MA). Surono mengakui, bahwa buku itu bukan hasil murni dia sendiri melainkan berkolaborasi dengan teman guru dari SMA Negeri I Ajibarang itu. Pada proses pembuatan buku, Surono mendapat tugas mengerjakan materi pelajaran teks-teks Bahasa Inggris kelas XII, sedang temannya itu suntuk mengerjakan materi pelajaran kelas X

dan XII. “Kami kerja serius dari pagi hingga dini hari selama setengah bulan,” katanya.

Surono juga mengakui, kenapa harus menerbitkan buku pelajaran Bahasa Inggris, karena

disamping dia sehari-harinya mengampu Bahasa Inggris di sekolahnya, kecuali itu karena Bahasa Inggris di Indonesia masih dianggap sebagai bahasa nomor 3. Artinya, bahwa masyarakat kebanyakan pertama kali harus lebih dulu mempelajari bahasa ibu, kemudian belajar Bahasa Nasional, dan yang ketiga baru bahasa asing dalam hal ini adalah Bahasa Inggris.

“Jadi secara intelektual itu, kita sebisa mungkin dapat memberikan kontribusi pada negara ini sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yang kedua, adalah dampak dari pembuatan buku tersebut, saya sebagai pengarang akan bisa mendapat tambahan angka kridit dan saya bisa naik pangkat menjadi 4B. Tapi bukan naik 4B karena sulapan,” terang Surono.

Buku yang dieditori Moh. Sobari SPd ini terbitan oleh Penerbit Vertikal Solo, memuat Standar Isi yang sesuai dengan kurikulum. “Artinya ketika anak mau membelajar Bahasa Inggris pada kelas 3, mereka akan mengetahui konsep SKL yakni lingkup yang akan dibahas, sehingga mereka akan tahu limitasinya dan betul-betul tahu arah,” ujarnya.

Buku yang tebalnya 183 halaman itu merupakan buku pertama kali yang mereka buat itu, memang diakuinya belum di launching. Namun demikian, peredaran buku tersebut sudah tersebar di tiga wilayah Tegal, Brebes dan Slawi dengan jumlah oplah sebanyak 180 ribu explar se-Jawa Tengah untuk klas 1, 2 dan 3.

Sekadar diketahui, bagaimana suntuknya Surono atau Ki Anton Surono getol dalam dunia

pedalangan, dia adalah Ki Dalang asal Tegalandong yang pernah melanglang buana ke sejumlah kedutaan wilayah ASEAN seperti Birma, Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Kamboga untuk mendalang dengan bahasa Inggris. Dia mendapat kesempatan itu dari Senawangi (Seni Pewayangan Nasional Indonesia) Pusat, sebagai wakil dari Indonesia.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita