Sabtu, 24/07/2010, 18:16:00
Soal Ijin Klinik Bersalin, Aktivis LSM dan Dokter Bersitegang
Takwo Heriyanto

Klinik Bersalin Permata Insani di depan komplek Islamic Center, jalan Yos Sudarso Brebes area perumahan Dedy Jaya Brebes diragukan perijinannya. (FT: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Aktivis LSM Brebes yang mengatas namakan Aliansi LSM Independen (Alip), beradu mulut dengan dokter spesialis kandungan, dr. Sigit Laksmana. Adu mulut terjadi di sebuah bangunan milik dokter tersebut, tepatnya di depan komplek Islamic Center, jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu 24 Juli 2010.

Inseden tersebut bermula saat aktivis Alip, yakni Aris Hada dan Darsono alias Guteres melakukan pemantauan pembangunan Klinik Bersalin Permata Insani milik dokter sigit yang berdiri diatas tanah lepe-lepe, atau dekat saluran irigasi yang berada di area perumahan Dedy Jaya Brebes.

"Kami datang menemui Anda (dr. Sigit-red) hanya ingin menanyakan apakah pembangunan Klinik Bersalin Permata Insani yang dibangun diatas tanah lepe-lepe sudah mengantongi ijin dari instansi Pemkab Brebes terkait atau belum. Karena berdasarkan perda, tanah lepe-lepe tidak boleh dibangun permanen," kata salah satu aktivis Alip, Aris Hada didampingi Guteres kepada dr. Sigit.

Bukannya pertanyaan aktivis Alip itu dijawab dengan baik-baik, tapi dr. Sigit yang memiliki bangunan klinik bersalin langsung menanggapinya dengan nada marah. "Anda (Aris Hada-red) sebagai apa? Itu bukan kapasitas Anda menanyakan perizinan klinik bersalin kami. Anda warga mana? Tunjukan KTP-nya," ucap dr. Sigit dengan nada agak emosi.

Merasa diperlakukan tidak sopan, akibatnya kedua aktivis LSM tersebut saling adu mulut dengan dokter spesialis kandungan itu. Adu mulut itu sempat menjadi tontonan para pekerja bangunan. Bahkan warga yang kebetulan berada disekitarnya sempat melihat kejadian tersebut.

Dokter Sigit saat dikonfirmasi wartawan usai adu mulut dengan aktivis Alip, mengatakan bangunan klinik bersalin miliknya diakuinya sudah mengantongi ijin yang dibuat oleh pengembang perumahan Dedy Jaya Brebes.

Wihanto SE, selaku manager perumahan Dedy Jaya Brebes saat dihubungi lewat telepon mengatakan pihaknya akan mengecek kembali keberadaan bangunan klinik bersalin milik dr. Sigit. "Kami belum tahu pasti apakah bangunan klinik bersalin yang dimaksud sudah terdapat izinnya apa belum. Termasuk bangunan disebelah pos jaga Satpam yang berada di depan kliniknya. Tapi setahu kami, kalau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah milik dr. Sigit yang dijadikan klinik bersalin itu sudah ada," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Brebes, Drs. Mayang Sri Herbimo menjelaskan, dari sekian rumah bersalin yang ada Brebes hanya satu yang sudah mengatongi izin, yakni Rumah Bersalin Mutiara Bunda Desa Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun demikian, kalau Klinik Bersalin Permata Insani milik dokter Sigit yang berdiri diatas tanah lepe-lepe, kemungkinannya belum memiliki izin resmi atau juga sedang dalam proses perizinan.

"Kami akan coba cek dan lihat dulu, apakah klinik bersalin tersebut belum miliki izin atau sedang dalam proses perizinan," ungkap Mayang.

Dijelaskan pula, kalau klinik bersalin tersebut sedang dalam proses perizinan, maka menyalahi aturan. "Yang benar kalau surat perizinan sudah jadi, baru boleh dibangun. Tapi kalau sudah dibangun dulu kemudian baru memproses perizinan, itu menyalahi aturan," paparnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita