|
PanturaNews (Brebes) - Menjelang bulan puasa permintaan elpiji 3 Kg di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Elpiji (SPPBE), mulai meningkat. Padahal stok yang dikirim Pertamina ke SPPBE PT Mitha Jaya Kusuma, setiap harinya mencapai 13.000 tabung gas atau 40 ton.
Manager SPPBE PT Mitha Jaya Kusuma, Roni Andi Krisna kepada PanturaNews, Jumat 30 Juli 2010 di kantornya mengatakan, untuk mengantisipasi kekurangan stok elpiji, pihaknya sudah mengajukan penambahan elpiji ke Pertamina. Namun, jumlah penambahan yang akan diterima belum diketahui pasti.
Saat ini, dari kuota 13.000 tabung perhari yang dikirim Pertamina, setiap hari selalu habis. "Ini berarti permintaan masyarakat meningkat," tuturnya,
Diperkirakan, kenaikan permintaan elpiji kini baru sekitar 5 persen per harinya. "Untuk sementara ini pasokan aman dan relatif tidak terjadi masalah. Mudah-mudahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Brebes dapat tercukupi," terangnya.
Mengenai penjualan dengan sistem rayon yang diterapkan Pertamina, ia mengaku sangat menguntungkan. "Dulu gas 3 kg dari luar daerah bisa masuk ke Kabupaten Brebes, demikian pula sebaliknya. Sehingga terjadi persaingan harga yang tidak sehat. Setelah ada rayonisasi tidak bisa seperti itu," ungkapnya.
Sementara, Kasubag SDA dan Energi Setda Brebes, Drs Ratim mengatakan untuk mengantisipasi kekurangan elpiji, Pemkab sudah minta kepada Pertamina agar ada penambahan tabung gas 3 Kg. "Alhamdulillah permintaan penambahan elpiji 3 Kg sudah direalisasikan Pertamina," kata Ratim.
Ia menjelaskan jumlah penambahan elpiji dari pertamina sebanyak 1.050 tabung perhari. Penambahan tabung gas 3 Kg itu, menurutnya yang kedua kalinya. Penamabhan pertama pada bulan Juni dan yang kedua pada akhir Juli 2010.