Ando Budi Kustanto (kiri) warga Perumahan Gandasuli Brebes selalu setia mendampingi Indra Kusuma (kanan) di LP Cipinang maupun saat Persidangan. (FT: Kuntoro)
Pantura News (Brebes) - Sejak Bupati Brebes, Indra Kusuma ditahan di LP Cipinang, Jakarta 03 Maret 2010 lalu, Ando Budi Kustanto (55), warga Perumahan Gandasuli Brebes, selalu setia menemani hingga sekarang. Namun bukan berarti Ando ikut menjadi titipan tahanan KPK.
Setiap jam besuk, Ando selalu masuk LP Cipinang dan menemani Indra Kusuma menjalani kegiatan di dalam LP, tentu saja itu atas seijin pihak LP. Banyak pengalaman pribadi yang didapat bersama perjalanan hidup sang Bupati Brebes selama di dalam tahanan. Sedih dan duka adalah cerminan wajah-wajah para pesakitan.
“Saya sedih dan terharu mengikuti perjalanan hidup Pak Indra selama menjalani proses peradilan ini,” ujar Ando Budi Kustanto, sahabat Indra Kusuma, saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin 02 Agustus 2010.
Wajar hal tersebut diungkapkan, karena selama ini banyak curahan hati Indra Kusuma mengisi hari-harinya di LP Cipinang. “Saya hanya bisa memberikan ucapan-ucapan menghibur saja, dan meminta beliau untuk sabar karena Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuknya,” tutur Ando.
Ando juga membenarkan kalau Indra Kusuma, pada hari-hari terakhir ini sangat depresi melihat tekanan-tekanan yang begitu hebat semenjak dititipkan KPK menjadi tahanan di LP Cipinang. Namun, dia yakin bahwa itu akan berangsur pulih saat proses demi proses persidangan telah dijalaninya.
“Pernah Pak Indra berkata kepada saya; Ndo, kamu yang diluar saja jenuh ya, apalagi saya yang didalam. Kata-kata itu sangat membuat hati saya miris,” ujarnya menirukan keluhan Indra Kusuma.
Diceritakan tentang rasa serba tidak enak makan pada diri Indra Kusuma selama di tahanan. Saat itu, dia mencoba menawarkan ayam bakar yang menurutnya nikmat dan lezat, tapi jawaban Indra tetap saja tidak enak. Indra hanya ingin kasus ini secepatnya selesai, tanpa harus ada yang menang dan kalah.
Selama mendampingi Indra Kusuma, Ando jarang sekali pulang. Ketika pulang ke Brebes, dia langsung dihubungi Indra untuk segera kembali ke Cipinang. “Saya sampai tidak sempet nungging, mas …” kata Ando kemudian tertawa.
Pernah suatu hari dia pulang pada hari Sabtu, dan ternyata malam Senin dia dihubungi untuk secepatnya berangkat lagi ke Jakarta. Waktu untuk keluargaya sendiri sangat terbatas, namun baginya semua itu adalah sebuah pengabdian untuk sang Kanjeng Bupati. “Semoga Allah membalas orang-orang yang mendolimi bapak, karena saya tahu bapak orangnya baik dan hanya korban dari ketidaktahuan, serta kurangnya pengalaman,” harap Ando.