Selasa, 17/08/2010, 15:04:00
Puasa dan Kemerdekaan, Hakekatnya Sama-sama Berjuang
Zaenal Muttaqin

Ustadz Sururul Fuad Lc.

Puasa dan kemerdekaan memiliki korelasi yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan, kemerdekaan  bangsa Indonesia ini diproklamirkan pada bulan Ramadhan, saat para pejuang muslim tengah melaksanakan ibadah puasa. Puasa pada hakekatnya juga berjuang, yakni melawan hawa nafsu. Kemerdekaan juga diraih setelah melalui proses perjuangan yang panjang.

Menurut Anggota DPRD Brebes yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ustadz Sururul Fuad Lc, ibadah puasa mengajarkan kepada pelakunya untuk terus berjuang mengendalikan hawa nafsu yang bisa menjadi penghalang untuk selalu taat dan tunduk pada Allah.

"Puasa itu perjuangan melawan nafsu buruk yang akan menjadi hambatan dalam ketaatan," katanya saat ditemui usai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke 65 di lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Selasa 17 Agustus 2010 siang.

Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia ini juga hasil perjuangan para pahlawan kita. Dalam berjuang, para pahlawan bukan hanya melawan penjajah dan agresor saja, tapi juga melawan hawa nafsu seperti egoisme, fanatisme golongan yang bisa jadi hambatan bagi persatuan. "Para pejuang itu bisa meninggalkan sifat ego dan fanatisme golongan, sehingga bisa bersatu dan memerdekakan negeri ini," tutur Sururul.

Lebih lanjut Sururul mengatakan, mengenai kemerdekaan yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan baik. Membangun dan memajukan negeri ini serta menyejahterakan rakyatnya. "Tentunya, mengisi kemerdekaan itu dengan amal yang nyata dan bermanfaat," ucapnya.

Untuk membangun negeri ini, ucap Sururul lagi, kita harus menanggalkan mental penjajah. Yakni, mental serakah dan selalu ingin menguasai serta mengeruk kekayaan negeri untuk kepentingan sendiri. Kemudian membiarkan atau menutup mata terhadap rakyat yang sengsara karena hidup di bawah garis kemiskinan. "Ini juga makna dari ibadah puasa, yaitu melawan nafsu serakah, kemudian menggantinya dengan gemar sodakoh atau berbuat yang manfaat bagi orang lain," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Komentar Berita
Nama
Alamat
Security Code
psrhbn
Komentar