|
PanturaNews (Pemalang) - Halaqoh ulama se-Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang digelar pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jinan, Kiai Isa Kaprawi, ditanggapi positip oleh sedikitnya 120 kiai pemilik pondok pesantren maupun yang tidak memiliki pondok pesantren, di Desa Mandiraja Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, Sabtu 04 September 2010.
Ratusan kyai dan ulama yang hadir pada gelar Halaqoh, berharap momentum penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Pemalang Oktober 2010 mendatang berjalan dengan aman, kondusif dan sukses. Mereka juga bersepakat untuk bersikap netral, tidak mendukung salah satu calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati Pemalang.
"Kami akan bersikap netral. Kita harus berani mengatakan ada dimana-dimana. Keuntungan sikap netral itu masih lebih banyak daripada sikap tidak netral,” tandas Kiai Isa.
Hal senada juga dikatakan Kiai Masud. Menurutnya, halaqoh para ulama, paling tidak bisa membuahkan pikiran-pikiran yang bermanfaat bagi masyarakat Pemalang. Seperti bersepakat untuk netral dalam Pemilukada, bukan berarti tidak memilih.
“Dengan sikap netral, akan lebih banyak keuntungannya ketimbang harus ngeblok ke salah satu calon bupati. Para kiai tetap mendorong warganya untuk memilih. Soal kepada siapa dia memilih, itu bebas. Demokrasi. Bukan bebas yang artinya terserah mau memilih atau tidak. Salah itu,” tutur Kiai Masud.
Sementara Kiai Basir mengatakan, para kiai memang sebaiknya bersikap netral. Kalau mau konsekuen, ya tidak mendukung sana, tidak mendukung sini.