Antrean panjang kendaraan yang berjalan merayap terjadi di sepanjang jalan Diponegoro Bumiayu. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Keruwetan lalulintas di Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada H-3 Lebaran makin menjadi-jadi. Pantauan PanturaNews, Selasa 07 September 2010 pada pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, kondisi lalulintas padat dan merayap di beberapa titik. Antara lain, depan Pasar Induk, pertigaan Kantor Polsek dan pertigaan Pasar Wage.
Untuk mengatasi keruwetan itu, diterapkan rekayasa lalulintas dan sistem buka tutup. "Rekayasa lalulintas dan sistem buka tutup diterapkan sejak H-5," kata Kepala Terminal Bumiayu, Ari Mardijono SIP, Selasa 07 September 2010.
Menurutnya, lalu lintas di Kota Bumiayu makin padat dan tambah ruwet karena volume kendaraan bertambah seiring akan datangnya Lebaran. Sebab, banyak perantau yang mulai kembali dan biasanya membawa kendaraan. Selain itu adanya pedagang di pinggir jalan dan kendaraan tidak bermotor, seperti dokar dan becak, membuat lalu lintas makin ruwet.
Rekayasa lalulintas diterapkan mulai H-5 untuk angkutan umum dari arah utara dan selatan. Dari utara seperti mikro jurusan Tegal-Bumiayu yang sebelumnya lewat jalan A Dahlan, dialihkan ke jalan lapangan Asri dari pertigaan Bayur jalan lingkar. Sementara dari selatan seperti angkutan jurusan Bumiayu-Purwokerto, tidak lagi ke pasar Induk.
"Angkutan Bumiayu-Purwokerto di pertigaan Polsek langsung belok kanan, sehingga tidak terjadi kemacetan di pertigaan itu," terang Ari.
Sementara untuk sistem buka-tutup diterapkan jika memang kondisinya membutuhkan. Seperti jika terjadi kepadatan lalulintas yang menyebabkan kemacetan sulit diurai. Untuk buka tutup itu nantinya akan dilakukan oleh pertugas yang melakukan patroli. "Petugas kami terbatas jumlahnya, sehingga nanti melakukan patroli untuk menuju ke lokasi yang dibutuhkan," pungkas Ari.