Selasa, 16/05/2017, 07:37:31
Saksi Tidak Hadir, Sidang Dugaan Zinah Ditunda
Laporan SL Gaharu & Johari

Terdakwa Suprianto saat menjalani sidang di PN Tegal, namun sidang ditunda karena saksi tidak hadir (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sidang lanjutan kasus dugaan perzinahan anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, yang agendanya menghadirkan empat saksi dengan terdakwa H. Suprianto, SPdi (41) warga Jalan Jatisari 150 RT 04/05, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Selasa 16 Mei 2017 ditunda.

Pasalnya, empat saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, yakni Imam Sujai, Maksum, Suparno dan DF (Anak Terdakwa RN) tidak bisa hadir. Pada hari yang sama juga digelar sidang dengan terdakwa RN. Sidang inipun ditunda karena tidak hadirnya saksi.

Karena itu, sidang tertutup yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal yang dipimpim Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi SH MH, anggota Haklainul Dunggio SH MH dan Fatarony SH akan kembali digelar pada Selasa 23 Mei 2017 pekan depan.

“Empat saksi tidak hadir, jadi sidang ditunda pekan depan,” ujar JPU, Herati SH.

Menurut keterangan saksi pelapor Imam Samsuri, saksi yang akan dihadirkan di sidang berhalangan hadir, karena sedang ke Solo.

“Saya telepon salah satu saksi, katanya sedang berada di Solo. Tapi pada sidang selanjutnya mereka bersedia hadir,” ujar Imam.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, Imam Sujai, Maksum, Suparno adalah saksi yang dimintai bantuan agar permasalahan persetubuhan yang dilakukan H. Suprianto dengan RN yang akhirnya diketaui hamil, dapat diselesaikan dengan cara damai. Tapi karena H. Suprianto tidak mau bertanggung jawab, dan tidak tercapai kata damai, akhirnya Imam Samsuri (Suami terdakwa RN) menempuh proses hukum.

Sementara DF (Anak terdakwa RN) yang saat itu dirawat di RSU Kardinah Ruang Wijaya Kusuma 1, dihadirkan sebagai saksi karena mengetahui perbuatan terdakwa H. Suprianto yang menyetubuhi RN di kamar mandi ruang perawatan, dimana saat itu DF juga dirawat disitu.

“Saya akan minta kepada jaksa agar anak saya (DF-red) tidak dihadirkan di pengadilan, karena masih dibawah umur, masih berusia 15 tahun. Saya takut dia trauma, dan dia juga masih masuk sekolah,” terang Imam Samsuri.

Diberitakan sebelumnya, sidang kasus dugaan zinah anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, dengan terdakwa Suprianto, SPdI memasuki sidang kedua dengan agenda keterangan saksi-saksi, Selasa 09 Mei 2017.

Dalam sidang lanjutan kedua dengan terkdawa RN, terungkap fakta persidangan bahwa terdakwa Suprianto saat chek-in di Hotel Bahari Inn Tegal, menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alamat Cirebon, Jawa Barat. Hal itu dikatakan kuasa hukum terdakwa RN, Arie Setya SH dari Kantor Ibnu Chalid SH, usai sidang yang dimulai pukul 10.30 hingga 13.00 WIB. 

“Tadi saksi dari hotel mengatakan, Suprianto pernah chek in dua kali memakai KTP dengan alamat Cirebon. Persoalan chek in dengan siapa, saksi tidak tahu,” terang Arie Setya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita