Senin, 19/06/2017, 04:14:51
Diduga Keracunan, Warga Rusunawa Terserang Diare
Laporan SL Gaharu

Salah satu warga (kiri) saat ditangani puskesmas. Warga antri untuk periksa di posko di rusunawa (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Warga penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, secara serentak menderita diare, sakit perut dan sebagian muntah-muntah. Hal itu diduga karena keracunan makanan setelah mengkonsumsi nasi kotak, Senin 19 Juni 2017.

Warga mendapatkan nasi kotak dari acara buka puasa bersama dengan Walikota Tegal yang digelar di halaman Rusunawa, Minggu 18 Juni 2017 sore. Menurut salah satu karyawan di Rusunawa, Taryo, acara buka puasa bersama Walikota Tegal dihadiri sekitar 600 orang yang terdiri warga Rusunawa, penyapu jalanan dan BM sampah. Penghuni rusunawa berjumlah sekitar 900-an jiwa.

Kepala Puskesmas Tegal Barat, dr. Bambang Kuswanto menerangkan bahwa warga mengalami mual dan diare pada malam hari, dari keterangan warga yang diterima, setelah mereka mengkonsumsi menu buka bersama yang dibagikan kepada seluruh warga penghuni Rusunawa.

“Kami baru mengetahui kejadian ini karena banyak warga yang memeriksakan diri secara bersamaan dengan gejala yang sama yaitu mual dan diare,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi pihaknya membuka posko yang ditangani dr Wikanti Devi di salah satu ruang di Rusunawa. Dengan adanya posko, warga tidak jauh-jauh ke puskesmas. Setelah posko dibuka, warga berdatangan memeriksakan diri, dan langsung diberi obat. Hingga siang, sekitar 80 an warga berobat. Warga terus berdatangan ke posko untuk berobat karena sakit perut dan mual masih dirasakan.

“Kami juga kordinasi dengan RSUD Kardinah jika memang ada warga yang harus dirujuk. Untuk mengetahui pasti penyebab keracunan, kami sudah mengirim sample makanan ke laboratorium,” tutur dr. Bambang.

Ketua RW 09 Kelurahan Kraton, Agung Subekti mengaku kaget dengan peristiwa yang dialami warganya. Untuk itu, dia meminta pihak penyelenggara acara buka bersama untuk bertanggung jawab.

“Panitia penyelenggara harus bertanggung jawab. Kasihan warga saya, mau lebaran kena musibah begini,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua RT 02 RW 09 komplek rusunawa, Khaerudin. Dia menjelaskan, warga rusunawa mendapatkan nasi kotak dari acara buka bersama Walikota Tegal. Pada malam harinya, banyak warga yang mengalami sakit perut dan muntah-muntah. Warga rusunawa dari anak-anak hingga orang tua yang mengalami sakit perut, diperkirakan mencapai 300 orang lebih.

“Banyak warga yang laporan kepada saya, namun saya mengira itu sakit biasa atau masuk angin. Tapi menjelang saur sekitar jam 3, warga yang mengalami sakit perut semakin banyak, bahkan hampir semua penghuni rusunawa. Karenanya saya langsung kordinasi dengan Ketua RW, untuk mengambil langkah penanganan,” jelas Khaerudin.

Dikatakan Khaerudin, sakit perut dan muntah-muntah dialami mayoritas warga penghuni rusunawa, bahkan di Blok C hampir menyeluruh karena penghuni blok lain ada yang tidak kebagian nasi kotak.

“Saya menduga sumbernya dari ayam dalam nasi kotak. Sebelumnya banyak warga yang mengeluhkan ayam goreng itu sedikit bau dan tidak enak dimakan,” ungkap Khaerudin.

Sementara Kepala Kelurahan Kraton, Tasripin saat ditemui di Rusunawa mengatakan turut prihatin dengan kejadian yang menimpa warga Rusunawa. Menurutnya, dia langsung datang ke rusunawa begitu mendapat laporan. “Ini musibah,” ujarnya singkat.

Ika Dewi (37) yang akan memeriksakan anaknya, Arga (9) mengatakan anaknya mulai mengeluh sakit perut saat akan makan saur. Selang beberapa saat, anaknya mulai muntah-muntah. Karuan saja, sebagai orang tua, dia panic hingga melaporkan kejadian itu ke Ketua RT. Belakangan diketahui, ternyata bukan hanya anaknya yang mengalami sakit perut, tapi hampir semua tetangganya.

“Tadi pagi sudah diperiksa di puskesmas, tapi siang ini anak saya merasa sakit lagi. Bahkan kalau dipaksa makan, langsung muntah,” ujar Ika Dewi.

Anggota DPRD Kota Tegal dari Partai Gerindra, Sudarso yang berada di rusunawa dengan membawa mobil ambulan, merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa warga rusunawa. Untuk itu, pihaknya yang duduk di Komisi 3 akan memanggil dinas yang menyelenggarakan buka bersama, untuk diklarifikasi.

“Pihak yang menyelenggarakan acara buka bersama ini harus tanggung jawab,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Tegal lainnya yang datang ke rusunawa, yakni Triono dari Fraksi PDI Perjuangan secara tegas meminta pihak penyelenggara bertanggung jawab. Selain itu, penegak hukum secepatnya melakukan penyelidikan.

“Panitia harus tanggung jawab, dan polisi secepatnya menyelidiki kasus ini,” tandas Triono.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita