Selasa, 20/06/2017, 04:52:51
Sidang Kasus Zinah, RN Dituntut 3 Bulan Penjara
Laporan Tim PanturaNews

Terdakwa RN saat menjalani sidang kasus dugaan zinah di Pengadilan Negeri Tegal (Foto: Dok/PanturaNews)

PanturaNews (Tegal) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, menuntut RN, terdakwa kasus dugaan perzinahan dengan anggota DPRD Kota Tegal, H. Supriyanto (terdakwa kasus yang sama) dengan tiga (3) bulan penjara.

Tuntutan tiga bulan penjara dibacakan JPU Haerati, SH pada sidang lanjutan kasus dugaan perzinahan anggota DPRD Kota Tegal, H. Suprianto dengan RN yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal dipimpim Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi SH,MH, anggota Haklainul Dunggio SH,MH dan Fatarony SH, Selasa 20 Juni 2016.

Sementara sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa H. Supriyanto, ditunda karena terdakwa tidak hadir dengan alasan sakit. Ketidak hadiran terdakwa di persidangan, dilampiri surat ijin sakit.

Dikatakan Haerati, tuntutan yang diajukan JPU karena pertimbangan bahwa terdakwa punya suami yang terikat dalam perkawinan yang sah, tapi melakukan perzinahan. Menurutnya, seharusnya perkawinan menjadikan penghalang untuk melakukan perzinahan, tapi dia melakukan perzinahan, apalagi salah satu pihaknya anggota DPRD yang juga punya istri. Hal ini membuat keresahan di masyarakat.

“Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatanya, mengaku bersalah dan berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatanya,” terang Haerati yang ditemui usai sidang yang berlangsung tertutup.

Ketika ditanya apa ada pertimbangan lain karena terdakwa masih punya anak kecil, JPU menyatakan itu menjadi wewenang hakim. Kata dia, terdakwa bisa melakukan pembelaan pada persidangan.

Menanggapi tuntutan JPU, Kuasa Hukum terdakwa RN, Arie Setya SH dari Kantor Ibnu Chalid SH menegaskan tetap akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi pada sidang selanjutnya. Menurutnya, kliennya adalah sebagai korban dari bujuk rayu terdakwa Sp. Kliennya diiming-imingi akan dinikahi.

“Klien kami adalah korban bujuk rayu terdakwa Sp yang mengiming-imingi akan dinikahi. Kami akan melakukan pembelaan,” ujar Arie.

Lebih lanjut dikatakan, selama persidangan RN kooperatif dan merasa menyesali perbuatannya. “Jadi dengan nota pembelaan yang kami ajukan nanti, kami berharap majelis hakim yang terhormat dapat memutus perkara ini dengan hukuman yang seringan-ringannya dan seadil-adilnya,” harap Arie Setya.

Sidang lanjutan kasus dugaan perzinahan akan kembali digelar pada Kamis 22 Juli 2017, dengan agenda pembelaan dari kuasa hukum terdakwa RN. Sedangkan pada sidang lain dengan terdakwa H. Suprianto, agendanya pembacaan tuntutan JPU.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita