Jumat, 23/06/2017, 01:21:59
Inilah Saatnya Kota Tegal Dipimpin Wong Tegal
Laporan Tim PanturaNews

Edi Suripno saat pidato politik pada Konsolidasi Struktural yang digelar di Gedung Mulya Dana (Foto: Dok DPC)

PanturaNews (Tegal) - Inilah saatnya wong Tegal memimpin kotanya sendiri. Otonomi daerah memberikan kesempatan putra daerah untuk memimpin kotanya. Inilah saatnya kader-kader PDI Perjuangan bangkit, bergerak, berjuang bersama meraih kemenangan.

Demikian dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, H Edi Suripno, SH,MH pada Konsolidasi Struktural yang diikuti 1500 orang dari pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting dari 4 kecamatan yang digelar di Gedung Mulya Dana, Kamis 22 Juni 2017 malam.

“Kalau Pilkada Semarang ngango wong Semarang, Pilkada Pekalongan nganggo wong Pekalongan, Pilkada Kabupaten Tegal ya nganggo wong Kabupaten Tegal. Maka dari itu, Pilkada Kota Tegal ya untuk orang Tegal, bukan untuk orang seberang. Itulah hakekat otonomi daerah,” tegas H Edi Suripno yang akrap disapa Uyip.

Dikatakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Sutari, SH,MH bahwa Konsolidasi Struktural dimaksudkan untuk memantapkan kader dari DPC, PAC hingga Ranting dan Anak Ranting untuk bergerak dan berjuang memenangkan pasangan bakal calon (balon), yaitu H. Edi Suripno dan Hj. Rosalina Ikmal Jaya.

“Pasangan Edi-Rosa ini akan diusung PDI Perjuangan maju pada Pilkada Kota Tegal 2018, sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tegal. Masing-masing kader punya tanggung jawab memenangkan di lingkunganya,” ujar Sutari.

Dijelaskan dia, semua kader hingga tingkat Anak Ranting mengawal di wilayahnya masing-masing. Keputusan untuk memenangkan pasangan Edi-Rosa harus dilaksanakan dan wajib.

Sementara dalam pidato politiknya, Hj. Rosalina menekankan bahwa pemimpin itu harus dekat dengan rakyatnya, karena seorang pemimpin itu bukan seorang raja, bukan seorang ratu yang selalu minta dilayani rakyatnya. Pemimpin itu yang melayani rakyatnya. Pemimpin yang baik adalah pelayan rakyatnya.

“Pemimpin itu bukan seorang raja, bukan seorang ratu yang selalu minta dilayani rakyatnya. Pemimpin itu yang melayani rakyatnya, bukan sebaliknya,” tegas anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Tegal ini.

Rosalina menekankan, pilihlah pemimpin yang memiliki program, sehingga masyarakat tahu arah dan tujuan pembangunan Kota Tegal, yaitu mensejahterakan masyarakat.

“Nah pimpinan yang sekarang punya program apa tidak? Mana program yang terlaksana. Sekarang sudah memasuki 3 tahun kepemimpinanya, mana program untuk Kota Tegal? Saya bicara seperti ini, agar kader-kader PDI Perjuangan berpikiran cerdas. Pilihlah pemimpin yang memiliki program, sehingga masyarakat tahu arah dan tujuan pembangunan,” tandasnya.

Ditambahkan Hj Rosalina, kalau pemimpinya jauh dari rakyatnya, bagaimana jika ada masyarakat yang akan minta tolong, ingin ketemu. Kalau pemimpinya orang Tegal yang dekat dengan rakyatnya, sudah barang tentu aspirasi masyarakatnya akan tersalurkan.

“Kalau pemimpinya bukan orang Tegal yang tidak kenal rakyatnya, bagaimana rakyat mau minta tolong, apalagi ketemu?,” pungkasnya.

Konsolidasi Struktural dihadiri jajaran structural DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Tegal, para sesepuh PDIP dan seluruh jajaran pengurus dari mulai DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting. Pada ahkir acara dibagikan paket sembako.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita