Minggu, 23/07/2017, 08:31:10
Bagi Pengasong, Sismiyati Adalah Srikandi TBM
Laporan SL Gaharu

Sismiyati yang dijuluki Srikandi TBM diarak para pengasong terminal Tegal dengan naik gerobag sampah (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Tak ada beban, tak ada keterpaksaan, pun tidak dibayar, para ibu-ibu yang keseharianya mencari nafkah sebagai pedagang asongan di Teriminal Bus Kota Tegal, menjemput dan mengarak seorang ibu, seorang pendidik yang telah meraih prestasi tingkat nasional.

Dengan iringan hentakan rebana, puluhan ibu-ibu mengiringi sang Srikandi yang menaiki gerobag sampah yang dihias, para ibu mengelu-elukan Sismiyati, SSi.M.MPd, seorang ibu yang mampu merubah hidupnya. Lewat kerja keras dan keihklasan Sismiyati, para ibu-ibu telah berubah.

Para ibu-ibu yang usianya diatas 40 tahun ini, dari tak bisa membaca, kini keseharianya selalu mencari buku untuk dibaca. Dari tak bisa mengaji, kini sudah lancar membaca Al-Quran. Dari tak mengerti apa itu kesenian, kini tegar membaca puisi dihadapan orang banyak, bahkan beberapa diantaranya pandai pula menciptakan puisi.

Perubahan yang dialami warga terminal itu, tak lepas dari keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti yang terletak di komplek Terminal Kota Tegal. Tujun tahun lalu, Susmiyati bersama suaminya, Dr Yusqon bahu membahu tak kenal lelah mengelolanya. Cibiran dan pandangan pesimis orang, tak menjadi pengharang pergerakanya membudayakan membaca bagi orang-orang marginal, yaitu para pengasong, anak jalanan, awak angkutan bahkan preman sekalipun.

Hasilnya, perjalanan selama tujuh tahun lebih itu, dirasakan penuh arti dan manfaat bagi banyak orang. Keberhasilan itupun menjadi pujian dan decak kagum. Tidak sedikit pejabat pusat dan daerah, meluangkan waktu melongok dan berbaur dengan para pengasong di terminal. Bahkan artis dan pegiat masalah social budaya pun datang. Tercatat nama-nama seperti Yessy Gusman, Dewi Huges, Ray Sahetapi dan banyak lagi.

Sang Srikandi, Sismiyati, SSi.M.MPd menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai Juara III Nasional Lomba Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (GTK PAUD dan Dikmas) Berprestasi 2017 pada 15 Juli 2017 kemarin di Bengkulu.  

Penghargaan itu menyusul suaminya, Dr Yusqon yang pada tahun 2012, juga menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional, sebagai pengelola TBM Kreatif Rekreatif Tingkat Nasional di Palangkaraya, Kalimantan.

“Alhamdulillah, apa yang saya lakukan bersama dengan suami selama tujuh tahun lebih, bisa bermanfaat buat orang banyak,” ujar Sismiyati ketika ditemui usai acara Syukuran atas prestasi yang diraih di TBM) Sakila Kerti yang terletak di komplek Terminal Kota Tegal, Minggu 23 Juli 2017 siang.

Dalam sambutanya, pengelola harian TBM Sakila Kerti, Amirudin mengungkapkan rasa syukurnya atas peretasi yang diraih Sismiyati. Baginya, bagi warga terminal, Sismiyati adalah Srikandi. Bersama suaminya, Dr Yusqon, pendidik di SMP Negeri 5 Kota Tegal, telah banyak memberi manfaat dengan menghadirkan TBM Sakila Kerti.

“Bu Sismiyati adalah Srikandi TBM, Bapak Yusqon adalah Arjuna TBM. Srikandi dan Arjuna ini telah merubah kegelapan menjadi terang dengan menghadirkan TBM di terminal,” tutur Amirudin dengan mata berkaca-kaca.

Selain lantunan lagu-lagu kasidah yang dipersembahan Group Kasidah Istiqomah binaan Kementrian Agama Kota Tegal dan TMB Sakila Kerti, juga dikejutkan dengan pembacaan puisi oleh Ibu Atin. Wanita berusia 45 tahun ini, dengan lantang membaca puisi. Para hadirin pun dibuat terkagum-kagum, termasuk para penumpang yang sedang menunggu bus.

“Hebat, saya tidak menyangka, ibu-ibu yang biasanya naik turun bus menjajakan dagangan, bisa baca puisi sebagus itu. Saya pun tidak bisa,” ujar Yulia, penumpang bus yang menyaksikan sambil menunggu bus yang akan membawanya pulang ke Semarang.

Ini yang lebih mencengangkan lagi, Sisri yang berusia 20 tahun, tidak punya kaki dan tangan sempurna sejak bayi, mampu membaca puisi pula. Dia yang hidup di terminal mengharap belas kasih pengunjung terminal, dari sama sekali tak bisa membaca, kini bisa lantang membaca puisi. Bahkan Sisri juga sudah bisa membaca dengan lancar ayat-ayat Al-Quran. Sisri dan lainnya belajar ngaji di TMB Sakila Kerti, yang diadakan kerja sama dengan Kementrian Agama Kota Tegal, dengan pembimbing Hj Darsiti.

“Itu semua adalah hasil kerja keras Srikandi dan Arjuna selama bertahun-tahun. Kami semua merasakan manfaatnya,” ujar Saryadi yang menjadi relawan di TBM Sakila Kerti.

Ketika tiba saatnya memberi sambutan, Sismiyati pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Rasa bangga kepada ibu-ibu warga terminal yang selalu bersemangat. Sismiyati bangga atas kerja keras, kerja sama semua yang terlibat di TBM Sakila Kerti.

“Prestasi yang saya raih, adalah prestasi kalian semua. Tanpa ibu-ibu yang selalu aktif dengan berbagai kegiatan, TBM Sakila Kerti tidak akan menjadi seperti sekarang ini,” ujar Sismiyati.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita