Minggu, 08/10/2017, 07:27:31
Pembangunan Lab SMAN 4 Tegal Harus Tunggu Ijin
Laporan Tim PanturaNews

Lapangan milik Pemkot Tegal yang akan dibangun laboratorium SMAN 4 Tegal (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Rencana pembangunan Laboratorium SMA Negeri 4 Kota Tegal masih mengalami pro dan kontra. Pasalnya, lahan yang akan digunakan adalah asset Pemerintah Kota (Pemkot Tegal). Karenanya pembangunan yang menggunakan dana bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jawa Tengah, menunggu ijin dari Pemkot Tegal.

Anggota DPRD Kota Tegal yang juga Ketua RW 004 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Nur Fitriani saat meninjau lokasi mengatakan, sebaiknya pihak SMA Negeri 4 Tegal untuk bisa menahan diri tidak melakukan pembangunan terlebih dahulu, sebelum ada ijin dari Pemerintah Kota Tegal.

Sebagai Ketua RW, Nur Fitriani banyak mendapatkan laporan dari warganya yang sering mendapat ancaman dari pelaksana pembangunan laboratorium. Warga mendapat intimidasi agar tidak mempersoalkan pembangunan laboratorium SMAN 4 Tegal.

“Saya mendapat laporan warga terkait adanya ancaman-ancaman yang dilakukan pihak pemborong bangunan kepada warga. Ini sudah tidak benar,” ujarnya, Sabtu 07 Oktober 2017.

Pihak Sekolah, lanjut Nur Fitriani, seharusnya memberikan opini yang positif kepada pelaksana bangunan. Pihak sekolah agar memberikan waktu kepada Pemerintah Kota Tegal untuk memutuskan boleh tidaknya tanah tersebut di bangun.

“Tanah tersebut milik Pemerintah Kota Tegal, sedangkan SMA Negeri 4 sekarang asetnya sudah diserahkan ke Provinsi,” terangnya.

Selain itu, menurut Fitriani, sebagian tanah tersebut saat ini juga akan dibangun Balai RW 004 Kelurahan Panggung dan untuk Posyandu, yang pengajuan penggunaanya telah disetujui oleh Pemerintah Kota Tegal secara tertulis.  Biaya pembangunannya juga akan mendapat bantuan dari Pemkot Tegal pada tahun 2018 mendatang.

“Tanah tersebut juga digunakan oleh sekolah lain seperti SD, SMP dan SMK yang ada disekitarnya untuk kegiatan olah raga,” jelas Nur Fitriani.

Jadi jika tanah tersebut dibangun dan dipagar keliling, kata Nur Fitriani, otomatis sekolah-sekolah disekitarnya akan kehilangan tempat olah raga. “Dan apabila musim hujan dapat mengakibatkan banjir di pemukiman warga sekitar,” tandas Nur Fitriani.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita