Senin, 09/10/2017, 02:20:38
Pilgub Jateng 2018: Ferry Galang Dukungan DPC-DPC
Laporan SL Gaharu

Ferry bersama kader dan organisasi sayap DPC Partai Gerindra Kabupaten Karanganyar (Foto: Dokumen Tim)

PanturaNews (Jakarta) - Selain menggalang dukungan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di pondok pesantren beberapa daerah di Jawa Tengah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Dr. Ferry Juliantono yang siap ‘bertarung, di Pilkada Jawa Tengah 2018, juga mendapat dukungan dari kader yang ada di DPC-DPC Partai Gerinda di Jawa Tengah (Jateng).

“Kami sudah melakukan konsolidasi ke beberapa DPC Partai Gerindra di Jawa Tengah,” ujar Dr. Ferry Juliantono di Jakarta, Senin 09 Oktober 2017.

Menurut Ferry, setelah sebelumnya dia bersama timnya konsolidasi ke beberapa DPC diantaranya Tegal, Kabupaten Pati, pada Minggu 08 Oktober 2017 kemarin, konsolidasi dengan kader-kader DPC Partai Gerindra Kabupaten Karanganyar. Bahkan bersama relawan dan simpatisan, DPC Gerindra Karanganyar membentuk tim sukses pemenangan untuk Ferry di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

"Setelah beberapa kali dilakukan pertemuan, kami mendeklarasikan dukungan kepada Pak Ferry untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Tengah," ujar Ketua DPC Gerindra Karanganyar, Yulianto kepada wartawan, Minggu kemarin.

Setelah dideklarasikan, Tim Pemenangan yang diberi nama Laskar Garuda Eka Sakti, melakukan kegiatan bakti social yang dihadiri Ferry.

"Kami dari struktural, sayap partai, relawan, simpatisan tergabung di Laskar Garuda Eka Sakti Karanganyar mendukung Ferry Juliantono," tambahnya.

Diketahui, Ferry Juliantono masih berusaha mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra untuk maju sebagai calon di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Gerindra belum memutuskan siapa calon yang akan diusungnya di Pilgub Jawa Tengah. Ferry Juliantono atau mantan Menteri ESDM, Sudirman Said.

Ferry lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967. Selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra dari Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa,

banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai wakil direktur pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang. Ferry tinggal di Pamulang Estate BlokF2/25, Tangerang, Banten.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita