Jumat, 20/10/2017, 07:40:43
Dewi: Sosialisasi KB ke Desa Perlu Kader Relawan
Laporan SL Gaharu

Peserta sosialisasi KB saat dialog dengan narasumber talk show, Agus Mujianto (kiri) dan Dewi Aryani (kanan) (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Angka ibu melahirkan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih cukup tinggi. Untuk pengendalian kepadatan penduduk, masyarakat dimotivasi agar menjadi peserta Keluarga Berencana (KB). Untuk sosialisasi hingga ke masyarakat di pedesaan, sangat diperlukan Relawan Kader KB. Angka kelahiran di Kabupaten Tegal setiap tahunnya mencapai 29 ribu jiwa.

“Kader partai harus membantu mensosialisasikan program KB dengan menjadi relawan,” kata Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, MSi pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif kerjasama BKKBN pusat dan BKKBN Jawa Tengah dengan Event Organizer (EO) PT Stars Yudhatama, di Rest Area Suradadi Jalan Raya Tegal-Pemalang Km 14, Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jumat 20 Oktober 2017 mulai pukul 15.00 WIB.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kader-kader PDI Perjuangan harus ikut mendukung dan mensosialisasikan kepada masyarakat sampai tingkat paling bawah. Para kader di tingkat Ranting, bisa menjadi relawan sosialisasi program KB.

“Jadi untuk menekan angka kelahiran, masyarakat harus disadarkan untuk ikut program KB,” tandas Dewi Aryani yang berangkat ke DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).

Tentang tingginya angka kelahiran juga disinggung Kepala Dinas PPKB dan P2PA Kabupaten Tegal, A Thosim. Menurutnya, angka kelahiran di Kabupaten Tegal, khususnya di wilayah pantura sudah cukup tinggi. Dari data yang ada, tercatat ibu melahirkan setiap tahunnya mencapai 29 ribu.

“Dengan tingginya angka kelahiran, penduduk akan semakin padat. Masalah ini solusinya adalah program KB,” ujarnya.

Sosialisasi yang mengundang sekitar 200 ibu-ibu dari wilayah Kecamatan Suradadi, dihadiri Kabid Adpin BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Agus Mujianto, SH,Mkes, Anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi PDIP, H. Hutri Agus Mardiko, SH, Kepala Dinas PPKB dan P2PA Kabupaten Tegal, A Thosim, Kepala Desa Sidaharja, H Sumaryo serta kader-kader PDIP.

Sementara pada acara ini, yaitu Talk Show yang disampaikan Dewi Aryani dan Kabid Adpin BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Agus Mujianto sebagai nara sumber, mengajak masyarakat untuk berdialog soal program KB. Agus juga mengajak para pria untuk menggunakan kontrasepsi MOP atau steril untuk pria, dan para wanitanya menggunakan kontrasepsi MOP atau streril untuk wanita.

“Atau menggunakan alat kontrasepsi lainnya seperi Implant, IUD dan lainnya,”

Salah satu peserta sosialisasi dari Desa Sidaharja, bertanya kepada Dewi Aryani, bahwa dia ingin mengganti alat kontrasepsi KB dari suntik ke MOW. “Tapi saya kegemukan, berat badan saya 88 kilogram, jadi tidak bisa,” ungkapnya.

Menjawab permasalahan itu, Dewi Aryani menyarankan ibu itu untuk menurunkan berat badanya dulu. Caranya, dengan olah raga jalan pagi. Selain menurunkan berat badan, jalan pagi juga merupakan salah satu cara hidup sehat.

“Setelah turun kurang dari 80 kilogram, baru ibu bisa pasang alat kontrasepsi MOW,” saran Dewi Aryani sambil memberikan hadiah.

Sosialisasi KIE Kreatif dihibur dengan menampilkan organ tunggal dangdut, kesenian tradisionil kerawitan dan tari. Pada akhir acara, dilakukan pengundian doorprize untuk para undangan, yakni alat-alat elektronik dan handphone.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita