Rabu, 08/11/2017, 03:05:31
Pengeroyokan di Jalan Poso, Satu Ditangkap, Dua DPO
Laporan Johari

Pelaku pengroyokan di Jalan Poso (tengah kaos hitam) yang berhasil ditangkap petugas (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Setelah buron selama 2 bulan, akhirnya Lutfi  Komarudin alias Komar (37) warga Jalan Pala 1 B No. 227 Desa Mejasem Barat  RT 02/ 10 Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, di Jalan Perintis Kemerdekaan atau Jalan Poso berhasil diringkus Tim Buser Satreskrim Polres Tegal Kota, Senin 06 Nopember 2017.

Komar adalah pelaku utama pengeroyokan yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis 10 September  2017 lalu, dengan korban Bimo (23) warga Jalan Seroja, Gang Semanggi 2 Nomor 10, Desa Mejasem Barat RT 06/08. Komar adalah salah satu pelaku pengeroyokan. Sementara dua orang temannya masih buron, sehingga menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tegal Kota.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa SE melalui Kasat Reskrim, AKP Agustinus David SE membenarkan penangkapan pelaku. Menurutnya, pada Kamis 10 September 2017 sekitar pukul 02.00 dini hari, Bimo bersama temanya berboncengan tiga dengan Saeful Anhar dan Faisal Yordan, kemudian melihat  teman wanitanya, Kiki sedang digoda oleh pelaku. Merasa empati, Bimo langsung menghentikan laju sepeda motor dan berusaha menolong Kiki, namun malah bogem mentah yang ia terima.

“Persoalannya sepela, korban tidak terima teman wanitanya digoda orang lain. Pelakupun tidak terima ada orang yang merasa jagoan, kemudian ia memangil dua orang temannya lantas terjadilah pengeroyokan,” ujar David. 

Lebih lanjut ujar David, karena perkelahian tidak seimbang yakni 1 lawan 3, akibatnya Bimo babak belur hingga tulang lengannya patah dan harus dirawat di RSI Harapan Anda 

“Korban lapor ke Polres dan kami dari Satreskrim menindaklanjuti, dan hasilnya pelaku utamanya berhasil kami tangkap,” imbuhnya.

Untuk pemerikasaan lebih lanjut, pelaku beserta barang bukti sepeda motor yang digunakan saat kejadian diamankan di Mapolres Tegal Kota. “Pelaku diancam dengan pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara,” pungkasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita