Kamis, 09/11/2017, 04:20:50
Peringati Hari Pahlawan, PP dan Ansor Gelar Jalan Sehat
Laporan Zaenal Muttaqin

Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) PP Brebes Wahyudin Noor Aly melakukan tanda tangan setia NKRI di kain putih (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Memperingati Hari Pahlawan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) dan PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar Jalan Sehat, Kamis 09 November 2017.

Jalan sehat yang diikuti ratusan peserta dengan mengambil rute dari Lapangan Paguyangan - Desa Wanatirta - Desa Kretek dan kembali lagi ke Lapangan Paguyangan.

Selain diikuti anggota PP dan GP Ansor Paguyangan, ikut meramaikan jalan sehat para siswa SMP dan SMK Ma'arif NU yang ada di Kecamatan Paguyangan. Tak ketinggalan pula masyarakat umum.

Setelah jalan sehat peserta mengucapkan Ikrar serta menandatangani setia kepada NKRI pada selembar kain putih. Tanda tangan diawali oleh Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) PP Brebes Wahyudin Noor Aly, disusul oleh para pengurus GP Ansor Paguyangan. Kegiatan sendiri mengambil tema Pancasila Jaya, Pancasila abadi, NKRI harga mati.

Dalam pidatonya di tengah guyuran hujan, Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) PP Brebes Wahyudin Noor Aly yang akrab disapa Goyud menyampaikan, para pahlawan dahulu mengutamakan kepentingan bangsa daripada pribadi. Untuk itu, peringatan Hari Pahlawan menjadi momen untuk meneguhkan kembali tekad setia kepada NKRI.

"Pahlawan kita yang telah gugur memperjuangkan eksistensi Indonesia. Memperjuangkan Pancasila. Mereka tidak berpikir mengorbankan nyawanya untuk kepentingan pribadi atau keluarganya. Tetapi untuk anak cucunya atau generasi berikutnya,"ujarnya.

Dijelaskan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo memperingatkan saat ini Indonesia diserang lewat Proxy War. Caranya kata dia, adalah dengan menghancurkan generasi muda lewat narkoba.

"Ancaman kita saat ini adalah bukan perang konvensional. Seluruh komponen bangsa Indonesia agar kita selalu menjaga persatuan. Perusakan generasi muda lewat narkoba untuk menjajah kita,"jelasnya.

Dia mengatakan, perang Proxy War jaman dahulu sudah pernah terjadi seperti mengadu domba para alim ulama. Kemudian, kembali terjadi lewat gerakan komunis yang pernah berusaha merubah dasar negara Indonesia.

"Oleh karena itu kita tetap waspada, karena komunis akan berusaha menyusup. TNI Polri akan diacak-acak, rakyat akan diadu domba. Baju dan baret kita boleh beda tetapi kita harus tetap bersatu," pungkasnya.

Acara diakhiri dengan pengundian kupon hadiah bagi peserta. Hadiah disediakan antara lain sepeda motor, kulkas, televisi, sepeda, serta hadiah hiburan lainnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita