Selasa, 09/01/2018, 01:05:48
Kasus Pembunuhan Fery Widiyanto Mulai Disidangkan
LAPORAN ADANG PURNOMO

Orang tua Fery Widiyanto, Suyitno dan Eny Rahayu saat menghadiri sidang (Foto: Adang)

Kasus Pembunuhan Fery Mulai Disidangkan

 

PanturaNews (Kendal) - Kasus perkelahian dan pengeroyokan yang terjadi pada 13 Desember 2017 lalu di lorong karaoke Hotel Gading Asri Boja, Kabupaten Kendal, Jateng, yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia atas nama Fery Widiyanto, warga jalan Veteran Boja Kendal, Senin 8 Januari 2018 mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

Sidang dipimpin Hakim Hajar Widianto SH MH, Panitera Pengganti Sukmawati SH dan Jaksa Penuntut Umum D.Bramandoko. Sidang dimulai pada pukul 13.00 dan selesai pada pukul 17.00 WIB.

Sidang dengan Nomer perkara 1/PID.SUS-ANAK/2018/PN KENDAL, menghadirkan terdakwa atas nama Alfa Bina Bhenekas Bin Zaenal Suyono (18 tahun) dan para saksi untuk didengar kesaksiannya. Terdakwa yang masih di bawah umur didampingi penasehat hukumnya serta dari KPAI Kendal.

Saksi dari pihak korban adalah orang tua korban (Suyitno dan Eny Rahayu), Eko dan Taufik (teman korban). Sedangkan saksi dari pihak Hotel Gading Asri 3 orang yang merupakan karyawan, dan dari Polres Kendal (2 orang dari satreskrim).

Sementara itu, hadir juga 3 orang saksi dari pelaku pengeroyokan yaitu Febri Prayitno dan 2 orang perempuan. Ke-3 orang saksi ini tidak ikut terlibat dalam pengeroyokan.

Dari keterangan terdakwa Alfa Bina Bhenekas, terungkap bahwa pengeroyokan terhadap Fery Widianto, Eko dan Taufik, dilakukan oleh 6 orang yaitu Yefta K (24 tahun) yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk tronton, Oki Adiyanto (18 tahun), Yuswari (19 tahun), Alfa Bina Bhenekas (18 tahun), Eko Cahyo dan Dwi Cahyo.

Dalam persidangan, atas kesaksian Alfa Bina Bhenekas, terungkap juga bahwa pelaku penusukan dengan menggunakan pisau lipat dilakukan oleh Yafet K. Hal tersebut diperkuat oleh kesaksian dari Febri Prayitno (23 th) warga Dawung Boja Kendal Jateng, kakak kandung dari Oki Adiyanto (18 th), yang saat kejadian masih berada di ruang karaoke bersama 2 orang saksi lainnya.

Febri keluar dari ruang karaoke setelah mendengar keributan. Sesampai di tempat keributan, Febri Adiyanto langsung dihampiri oleh Yafet K dan mengajaknya segera pergi dari tempat tersebut. Yafet mengaku bahwa dia telah menusuk Fery Widiyanto.

Ditemui setelah persidangan, orang tua korban (Suyitno dan Eny Rahayu) mengatakan bahwa akan menyerahkan kasus pembunuhan yang menimpa anaknya pada proses hukum yang berlaku.

"Yang jadi keprihatinan kami adalah nasib dan masa depan cucu dan menantu saya. Fery adalah tulang punggung bagi keluarganya," ," ungkap Suyitno.

Almarhun Fery Widiyanto meninggalkan satu orang istri dan dua (2) orang anak yang masih balita. Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan untuk mendengarkan kesaksian lainnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita