Selasa, 09/01/2018, 05:37:12
Diusung Golkar-Hanura, Nursholeh-Wartono Daftar
Laporan Tim PanturaNews

Nursholeh (kiri) dan Wartono diiring menuju KPU untun mendaftar calon walikota (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Diringi ratusan simpatisan, bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal, Nursholeh-Wartono mendaftar ke KPU Kota Tegal, Selasa 09 Januari 2018. Tapi sayang, pendaftaran pasangan Bersholawat (Bersama Nursholah Wartono) ini, tidak didampingi pengurus DPC Partai Hanura Kota Tegal.

Bakal Calon Walikota Tegal, HM Nursholeh mengatakan maksud dan tujuan kedatangannya untuk mengikuti pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota. Pihaknya menyatakan siap mengikuti mekanisme sesuai undang-undang yang berlaku.

"Kami datang kesini untuk mendaftar sebagai calon walikota dan wakil walikota, kami mohon untuk diterima dengan baik," kata Nursholeh.

Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijonarko menegaskan kalau dilihat dari rekapitulasi kursi legislatif tahun 2014, jumlah kursi Partai Golkar ada empat dan Hanura dua kursi. Sehingga sudah memenuhi syarat ketentuan.

Namun dokumen yang diserahkan akan diverifikasi. Hasilnya ada dua kemungkinan. Pertama dikembalikan untuk dilengkapi, atau diterima karena sudah memenuhi syarat," tegas Agus.

Sedangkan batas perbaikan, yakni Rabu 10 Januari 2018 pukul 24.00 WIB. "Kami berharap pasangan ini akan mendapatkan hasil terbaik," kata Agus.

Sayangnya setelah diteliti, berkas pendaftaran Nursholeh-Wartono dikembalikan karena salah satu parpol pengusung yakni Partai Hanura, Ketua dan Sekretaris DPC Hanura Kota Tegal belum menandatangani surat pencalonan tersebut. Untuk itu diminta untuk dilengkapi.

“Kalau dari DPC tidak tanda tangan, maka akan dikembalikan ke pusat atau DPP, nanti DPP akan memberikan surat kuasa kepada ketua dan sekretaris yang ditunjuk untuk tanda tangan,” ungkap Agus.

Wasekjen DPP Partai Hanura, Afifudin mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk mengusung pasangan Nursholeh-Wartono, berkoalisi dengan Partai Golkar. Penentuan kandidat didasarkan pada survey elektabilitas.

"Elektabilitas keduanya merupakan yang tertinggi. Jadi DPP memutuskan untuk mengusung mereka," katanya.

Terkait sikap Pengurus DPC Partai Hanura Kota Tegal, Afifudin menegaskan, kader di bawah harus mengikuti keputusan DPP. Jika ada yang membangkang, akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada yang mbalelo tentu akan dikenai sanksi organisasi. Bisa sampai pemecatan," paparnya.

Menanggapi belum adanya tanda tangan pengurus DPC Partai Hanura Kota Tegal, Afifudin mengatakan DPP akan segera mengambil langkah tegas, diantaranya dengan mengambil alih kepengurusan DPC.

"Rencananya hari ini akan dilakukan langkah tegas," tandas Afifudin.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita