Selasa, 09/01/2018, 06:06:38
Afifudin: DPP Partai Hanura Mengambil Langkah Tegas
LAPORAN JOHARI & SL. GAHARU

Afifudin (kanan) yang datang ke Kota Tegal ikut meneliti berkas pendaftaran di KPU (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Setelah diteliti, berkas pendaftaran calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal, Nursholeh dan Wartono dikembalikan karena salah satu parpol pengusung yakni Partai Hanura, Ketua dan Sekretaris DPC Hanura Kota Tegal belum menandatangani surat pencalonan tersebut.

Pasangan Bersholawat (Bersama Nursholeh Wartono), maju pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal, diusung Partai Golkar yang memiliki 4 kursi di DPRD, dan Partai Hanura yang memiliki 2 kursi.

“Kalau dari DPC tidak tanda tangan, maka akan dikembalikan ke pusat atau DPP. Nanti DPP akan memberikan surat kuasa kepada ketua dan sekretaris yang ditunjuk untuk tanda tangan,” ungkap Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijonarko usai menerima penyerahan berkas pendaftaran pasangan Nursholeh-Wartono, Selasa 09 Januari 2018.

Menanggapi masalah itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP Partai Hanura, Afifudin mengatakan Pengurus DPC Partai Hanura Kota Tegal, harus mengikuti keputusan DPP. Jika ada yang membangkang, akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada yang mbalelo tentu akan dikenai sanksi organisasi. Bisa sampai pemecatan," tegasnya.

Terkait belum adanya tanda tangan pengurus DPC Partai Hanura Kota Tegal, Afifudin mengatakan DPP akan segera mengambil langkah tegas, diantaranya dengan mengambil alih kepengurusan DPC.

"Rencananya hari ini (Selasa 9/1) akan dilakukan langkah tegas," tandas Afifudin.

Dijelaskan, DPP Partai Hanura telah memutuskan untuk mengusung pasangan Nursholeh-Wartono berkoalisi dengan Partai Golkar. Penentuan kandidat didasarkan pada survey elektabilitas.

"Elektabilitas keduanya merupakan yang tertinggi. Jadi DPP memutuskan untuk mengusung mereka," ujarnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita