Rabu, 10/01/2018, 03:48:08
Perilaku Pemimpin Pengaruhi Partisipasi Warga Saat Pemilu
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Seminar Kebangsaan dengan tema 'Pendidikan Politik: Upaya Partisipasi Generasi Muda Menuju Pilgub 2018 di Kampus UPB (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Perilaku para pemimpin eksekutif dan legislatif yang jauh dari harapan, dapat berdampak pada turunnya paritisipasi masyarakat pada pesta demokrasi atau Pemilu. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi.

"Sebagian warga merasa tidak puas dengan perilaku pemimpinnya yang membuat muak dan memperkaya diri sendiri, sehingga warga menjadi tidak mau terlibat atau menggunakan hak pilihnya," katanya saat menjadi pembicara pada kegiatan Seminar Kebangsaan dengan tema 'Pendidikan Politik: Upaya Partisipasi Generasi Muda Menuju Pilgub 2018 di Kampus Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Rabu 10 Januari 2018.

Menurut Riza, masalah tingginya tingkat urbanisasi juga menjadi faktor lain turunnya partisipasi warga dalam kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Warga Brebes saat ini banyak yang merantau baik untuk bekerja, melanjutkan pendidikan bahkan juga menjadi tenaga kerja di luar negeri serta lainnya.

"Jumlah warga Brebes yang merantau ke luar daerah tergolong cukup tinggi dan itu berpengaruh pada tingkat partisipasi saat Pilkada," ungkap di depan peserta seminar yang digelar di Lantai II gedung Kampus UPB itu.

Dikatakan, pada Pemilihan Bupati (Pilbup) 2017 lalu tingkat kehadiran warga yang memiliki hak pilih sebesar 55 persen. Selanjutnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 ini ditargetkan tingkat partisipasi warga sebesar 77 persen.

"Kami tetap optimis partisipasi akan bertambah dan targetnya 77 persen pada Pilgub nanti," tutur Riza di hadapan sekitar 200 peserta seminar.

Pembicara lainnya, Dekan Fisip UPB Tunjung Linggarwati SIP MSi di depan peserta seminar yang umunya para mahasiswa mengatakan, generasi muda utamanya para mahasiswa jangan sampai buta terhadap politik. Tidak diberkan juga jika sampai ada mahasiswa yang jadi golput atau tidak menggunakan hak pilihnya.

"Mahasiswa harus faham politik dan jangan bangga menjadi golput," ucapnya.

Pendidikan politik sangat penting bagi generasi muda, bahkan bagi bisa memberikan penilaian secara obyektif tentang masalah politik. Selanjutnya mahasiswa juga dapat memilih bentuk parisipasinya dalam kehidupan politik.

"Generasi muda muali sekarang juga dapat memilih menentukan afiliasi politiknya," tegas Tunjung.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Sartono yang juga menjadi nara sumber mengharapkan kepada para mahasiswa sebagai kelompok intlektual yang memiliki idealisme dapat berperan sebagai benteng pengawal demokrasi.

Ada banyak peran teknis bagi generasi muda atau mahasiswa, seperti menjadi bagian dalam pengawasan, penyelenggara atau lainnya, sehingga ajang pesta demokrasi dapat berjalan lancar aman dan adil.

"Tentunya juga mahasiswa ini akan menjadi pemilih yang cerdas dan rasional dan bertanggung jawab," katanya.

Seminar yang digelar oleh Dewan Mahasiswa UPB ini dibuka oleh Asisten I Setda Brebes, H Atholillah Satori mewakili Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang berhalangan hadir. Hadir saat pembukaan seminar, perwakilan Yayasan Perguruan Islam Ta'alumul Huda H Zaenal Abidin, Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama antar lembaga, Aqib Ardiansah MSi.

Sebagai moderator Eko Raharto SE, alumni UPB. Ketua Dewan mahasiswa UPB, Wahyu Syaefullah selaku penyelenggara mengatakan, seminar digelar sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan pendidikan politik kepada mahasiswa dan generasi muda.

"Selanjutnya diharapkan adanya peningkatan partisipasi generasi muda dalam Pemilu," katanya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita