Sabtu, 10/02/2018, 12:56:56
Ganjar: PDIP Satu Komando Tak Bisa Diadu Domba
LAPORAN SL. GAHARU

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan (Foto: Dok)

PanturaNews (Semarang) - Dalam pertarungan Pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDI Perjuangan lemah. Modusnya dengan memecah belah partai dari dalam, atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri.

Demikian dikatakan Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 09 Februari 2018.

Namun Ganjar menyatakan PDI Perjuangan solid dan satu komando. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini, tidak bisa dipecah belah dan diadu domba dengan berbagai narasi apapun.

Ganjar menegaskan, dalam pertarungan pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDIP lemah. “Caranya macam-macam, yang langsung ya kampanye hitam, atau cara memutar dengan memecah belah partai dari dalam, atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri,” ujarnya.

Indikasi adu domba tersebut, menurut Ganjar, sudah terlihat dari pemberitaan media akhir-akhir ini. Diantaranya muncul berita yang membenturkan dirinya dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Menkumham, Yasonna Laoly yang juga kader PDI Perjuangan.

Pembenturan tersebut, dilakukan untuk membuat kader merasa partai tidak kompak. Dengan begitu, maka mesin partai tidak akan bergerak selaras dan satu komando.

“Muncul berita seolah-olah saya menyeret-nyeret nama Mbak Puan waktu saya menjadi saksi sidang e-KTP, Pak Yasonna juga. Padahal saya tidak pernah menyebut nama-nama itu sama sekali. Mungkin besok saya dibenturkan dengan Sekjen, bahkan dengan ketua umum. Intinya satu, membuat seolah-olah PDI Perjuangan tidak solid,” tuturnya.

Indikasi berita-berita tersebut, dihembuskan pihak tertentu sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari judul dan isi berita yang hampir sama. “Bahkan kutipan langsung di berita-berita itu sama semua. Tidak mungkin dong media bikin berita sama kalau tidak ada yang mengarahkan,” kata Ganjar.

Namun Ganjar tidak ingin menukik pada kontroversi berita tersebut. Ia sangat yakin kader PDIP solid, sehingga adanya berita-berita yang memecah belah partai tersebut tidak mempengaruhi mesin pemenangan PDIP di Pilgub Jateng 2018.

“Saya sudah komunikasi dengan pimpinan partai dan semua sepakat, bahwa serangan mulai gencar. Kita tidak boleh lengah dan jangan mudah terombang ambing,” tandasnya.

Terkait adanya upaya memecah belah kekuatan PDI Perjuangan, Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, DR Dewi Aryani, MSi turut memberikan semangat kepada kader-kader PDI Perjuangan Kabupaten Tegal dan Kota Tegal yang juga akan menggelar Pilkada.

Ditegaskan politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, kader PDIP harus tetap kompak mengawal calon yang direkomendasi menjadi calon Walikota Tegal dan calon Bupati Tegal.

“Apapun yang terjadi, Jawa Tengah tetap harus jadi lumbung suara PDIP. Semua kekuatan kader kita gerakkan, gotong royong, berjuang untuk menang dan kemenangan ini nantinya untuk rakyat. Kita kawal kemenangan untuk Gubernur Jawa Tengah, Walikota Tegal dan Bupati Tegal," pinta Dewi Aryani.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita