Senin, 12/02/2018, 01:00:37
Tanggul Sungai Pemali Jebol, Warga Was-Was
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Warga Desa Tengki bergotong royong menambal tanggul sungai pemali dengan karung beirisi pasir dan tanah.(Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) – Tanggul Sungai Pemali, tepatnya di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), jebol, menyusul meluapnya debit air sungai dan instensitas hujan yang tinggi sejak Minggu 11 Februari 2018 malam.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com, menyebutkan, tanggul sungai pemali di Desa Terlangu jebol, terjadi pada pagi hari tadi sekitar pukul 9.00 WIB.

“Ya, tanggul sungai pemali di Desa Terlangu jebol, karena meluapnya debit air sungai dan instensitas hujan yang tinggi sejak kemarin malam,” ujar salah seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Budi, Senin 12 Februari 2018.

Menurutnya, petugas dari BPD Kabupaten Brebes dengan dibantu TIM SAR dan para relawan serta intansi-intansi terkait sudah diterjunkan ke wilayah-wilayah yang terendam banjir.

Dijelaskannya, wilayah yang terendam banjir akibat sungai tanggul Pemali di Desa Terlangu jebol, diantaranya Desa Terlangu, Pemaron, Lengkong dan Kedungtukang Kecamatan Brebes. Mereka, khawatir jika banjir lebih parah dibanding pada tahun sebelumnya 2017 lalu.

Sebagai catatan, sebelumnya pada 2017 lalu, tanggul sungai Pemali di beberapa titik, salah satunya di Desa Terlangu juga jebol. Akibatnya,ribuan rumah warga di beberapa desa terendam banjir dan mengungsi di beberapa posko pengungsian.

Sementara di tempat lain, warga Desa Tengki, Kecamatan Brebes, melakukan aksi gotong rorong secara sukarela dengan melakukan antisipasi banjir, sejak pagi hari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.

Hal itu dilakukan, menyusul yang sebelumnya tanah dan bangunan penyangga tanggul sungai pemali terkikis, sudah rembes. Nampak, ratusan warga setempat, menambal tanggul sungai pemali dengan karung yang berisi pasir dan tanah untuk mengantisipasi jeblonya tanggul sungai pemali.

Karung berisi pasir dan tanah tersebut atas bantuan BPBD. Selain itu, satu unit alat berat beko juga diterjunkan dilokasi tanggul sungai Pemali di Desa Tengki. Mereka yang tinggal di sekitar tanggul sungai pemali pun merasa was-was, mengingat kondisi bangunan BKSDA, yang sebelumnya sudah dibangun sudah dalam kondisi kritis.

Petugas keamanan, seperti kepolisian dari Kodim, Polres Brebes, dan Satpol PP setempat juga turut membantu ratusan warga Desa Tengki. Sementara, untuk kelancaran, akses jalan menuju Desa Tengki dari arah Kelurahan Pasarbatang, juga sementara ditutup.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita