Selasa, 13/02/2018, 06:24:15
Penambangan Liar Sungai Pedes Diminta Berhenti
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Danramil 09/Tonjong Kodim 0713/Brebes Kapten Inf. Suwardi bersama Babinsa Desa Purwodadi menemui para penambang di Sungai Pedes Dukuh Petenteng (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Penambang pasir di aliran Sungai Pedes di Dukuh Petenteng Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diminta untuk menghentikan aktivitasnya. Pasalnya, kegiatan penambangan tanpa izin tersebut merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan jembatan di lokasi tersebut.

Permintaan untuk menghentikan aktivitas penambangan tersebut disampaikan Danramil 09/Tonjong Kodim 0713/Brebes Kapten Inf. Suwardi bersama Babinsa Desa Purwodadi, Selasa 13 Februari 2018.

“Oknum yang melaksanakan penambangan pasir dan batu liar tepat di bawah jembatan di Dukuh Petenteng sudah melebihi batas kewajaran dan penggerogotan pasir serta batu ini sudah sangat membahayakan konstruksi pondasi jembatan serta pengguna jalan juga penambang itu sendiri jika sewaktu-waktu jembatan roboh," kata Suwardi.

Menurutnya, degradasi pondasi jembatan faktor pemicu robohnya jembatan jika sewaktu-waktu air bah datang, karena pondasi penyangga kiri kanan jembatan pastinya tidak mampu menahan beban hantaman air dari samping jika air deras datang dari hulu. Itu dikarenakan tanah, batu maupun pasir yang menyelimuti pondasi jembatan, ditambang secara liar oleh warga ataupun oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak memikirkan keselamatan umum.

“Oleh karena itu, saya bersama perangkat desa menghimbau kepada para penambang liar tersebut untuk segera menghentikan aktifitas penambangan di bawah jembatan agar keamanan bangunan jembatan tidak terganggu, ini demi kepentingan bersama dan sudah merupakan tugas kami selaku TNI," kata Suwardi.

Dikatakan, jika tidak diperingatkan mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit sedimen penahan jembatan akan terkikis, tiang jembatan akan menggantung dan akhirnya jembatan roboh hanya menunggu saatnya saja. Jangan sampai hanya pihak tertentu saja yang menikmati keuntungan dari penambangan ini, sedangkan masyarakat umum yang lebih besar dirugikan bahkan terancam jiwanya.

“Pemerintah daerah tidak melarang, namun dengan syarat penambangan pasir dan batu dilakukan mengikuti peraturan daerah dan dinas lingkungan hidup, sehingga tidak membayakan akses umum terutama jalan maupun jembatan, jika ini dilanggar kami yang mewakili umum maupun pemerintah akan turun memperingatkan dan jika tetap dilanggar akan kami laporkan oknum tersebut kepada pihak yang berwenang,” tandas Suwardi.

Perlu diketahui, kegiatan penambangan pasir atau batu di aliran Sungai Pedes cukup membantu masyarakat sekitar terutama yang tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga memenuhi kebutuhan hidupnya. Setidaknya penambangan itu memberikan penghasilan yang cukup bagi keluarga para penambang, semakin banyak hasil tambang, semakin besar pula penghasilan yang mereka dapatkan.

Terlepas dari semua itu, di luar keuntungan yang diperoleh para penambang, semakin besar juga kerugian akibat kerusakan lingkungan di sekitar sungai, karena semakin dalam dan mengakibatkan ancaman kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita