Selasa, 13/02/2018, 11:57:27
Kerugian Akibat Bencana Banjir Belum Bisa Ditaksir
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Para korban banjir mengungsi di gedung DPRD Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah (Jateng), merasa prihatin atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayahnya, sehingga para korban banjir harus diungsikan sementara di posko-posko pengungsian.

Sebagai bentuk kepeduliannya, Bupati Brebes Idza Priyanti, hingga kini masih terus melakukan pemantauan, bahkan terjun langsung ke daerah-daerah yang tergenang banjir cukup tinggi, seperti di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Selasa 13 Februari 2018.

Dalam kesempatan itu, Idza terus menghimbau kepada warga korban banjir untuk segera mengungsi di posko-posko pengungsian yang tersebar di beberapa titik. Himbauan itu dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terpisah, Wakil Bupati Brebes Narjo, mengecek kesiapan logistik makanan untuk disalurkan kepada para korban banjir yang berada di dapur umur, di Kantor Kwarcab Brebes.

Menurutnya, atas nama Pemkab Brebes, Narjo ikut prihatin atas musibah banjir yang hingga kini masih melanda di beberapa wilayahnya. Disisi lain, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada para dermawan dari elemen masyarakat maupun organisasi ataupun lembaga juga perusahaan-perusahaan.

Sebab, mereka ikut peduli untuk membantu para korban banjir dengan memberikan bantuan logistik makanan maupun obatan-obatan serta perlengakapan logistik lainnya.

"Kami berharap kepada masyarakat, khususnya para korban banjir untuk bersabar dalam menerima bantuan logistik makanan. Insya Allah semua akan tersalurkan dengan baik lewat relawan maupun desa-desa yang telah mengkoordinirnya," ungkap Narjo.

Pihaknya belum bisa menaksir berapa kerugian masyarakat akibat musibah banjir, yang menggenangi ratusan hektar lahan pertanian di Kabupaten Brebes. "Kerugian masyarakat akibat musibah banjir ini, belum bisa kami taksir. Termasuk ratusan hektar lahan pertanian yang tergenang banjir," terang Narjo.

Sementara, Pemkab Brebes dengan dibantu instansi terkait, baik dari Kabupaten Brebes, juga daerah lain seperti Tegal, Pemalang dan Cirebon, sudah mendirikan dua dapur umum.

Yakni, dilokasi utama pengungsian banjir yang terletak di gedung Kwarcab Brebes dan didepan Gor Sasana Kridha Adikarsa Brebes. Selain itu, bantuan dapur umur  dari TNI Tepbek IV-44-01A/Slawi juga ikut membantu dalam penanganan logistik bencana.

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono di lokasi dapur umur, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Danrem 071/Wijaya Kusuma dan telah  mendapatkan mandat dari Panglima Kodam IV/Diponegoro untuk ikut membantu mendirikan dapur umur melalui Tepbek IV-44-01A/Slawi.

Menurutnyha, jumlah pengungsi di Gor Sasana Kridha Adikarsa Brebes, memang tidak sebanyak saat banjir Brebes Februari 2017 lalu. Dimana hanya sekitar 182 orang pada hari pertama.

"Kebanyakan pengungsi lainnya berada di masjid atau di kantor balai desa setempat serta masih banyak pengungsi yang tetap bertahan dirumah mereka masing-masing," ucapnya.

Utuk logistik makanan bagi korban banjir ini, lanjutnya, tetap harus didistribusikan ke para korban banjir 24 jam.

"Walaupun anggota kami dibantu para relawan dengan menggunakan perahu karet," tandasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita