Rabu, 14/02/2018, 06:48:42
Ibu dan Bayi Korban Pembunuhan Dimakamkan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ibu dan bayi yang dibunuh suaminya sendiri dimakamkan di TPU Desa Luwungragi (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Korban pembunuhan secara sadis yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istri dan anak balitanya, di Dukuh Kertasari, Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) dimakamkan, Rabu 14 Februari 2018.

Dalam proses pemakamannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat ini, diwarnai isak tangis oleh keluarga korban, kerabat dan para tetangganya.

Ratusan warga setempat turut mengantarkan proses pemakaman jenazah ibu dan anak balitanya yang berusia 1 tahun itu. Sebelumnya, kedua jenazah dibawa terlebih dahulu ke RSUD Brebes.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap seorang istri dan anak balitanya yang baru berumur 1 tahun, di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), menggemparkan masyarakat setempat dan sekitarnya, Selasa 13 Februari 2018.

Apalagi pelakunya adalah seorang suami bernama Tarmuji (35). Pelaku diduga membunuhnya dengan cara sadis terhadap istrinya yang bernama Koniti (35) dan anak balitanya yang bernama Dimas, asal Dukuh Kertasari Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Di lokasi kejadian, korban bernama Koniti, dalam kondisi cukup mengenaskan. Korban bersimbah darah pada bagian kepalanya akibat dibunuh suaminya. Saat itu korban sedang tertidur pulas dengan posisi terlentang. Di jidatnya terdapat luka parah akibat hantaman benda tumpul. Diduga benda tumpul itu berupa cobek yang digunakan pelaku untuk membunuh istrinya.

Sedangkan, Dimas (anak balitanya yang berumur 1 tahun), ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di belakang rumahnya setelah tiga jam ditemukan korban bernama Koniti.

Diduga anak korban itu juga dibunuh oleh ayahnya sendiri. Dilokasi kejadian, terdapat luka-luka bayi mungil itu pada bagian leher seperti luka sayatan benda tajam, bahkan hingga putus.

Usai proses pemakaman kedua jenazah, Duriah, ibu dari Koniti mengatakan, anaknya pernah bercerita sering cekcok dengan pelaku yang merupakan suaminya sendiri, Tarmuji (35).

Menurutnya, anaknya sering mengeluh karena Tarmuji hanya memberikan nafkah Rp 800 ribu tiap kali masa panen. Padahal sebagai buruh, Tarmuji mendapatkan uang Rp 6,3 juta sekali masa panen dari majikan.

Duriah tak menyangka jika menantunya tega berbuat kejam dengan menghabisi istri dan anak kandungnya sendiri. "Anak saya minta Rp 2 juta saja tidak dikasih padahal untuk bayar hutang," tutur Duriah.

Sementara itu, Polres Brebes hingga saat ini masih mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Tarmudi. Yakni salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kejiwaannya oleh psikolog.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita