Jumat, 02/03/2018, 02:46:06
Umar Bantah Bawa Stiker Paslon di Ponpes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Foto dokumen

PanturaNews (Brebes) - Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dr. Umar Utoyo membantah, jika dirinya disebut melakukan kampanye di sebuah aula Pondok Pesantren (Ponpes) Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu.

Bantahan tersebut disampaikan dr. Umar Utoyo saat dipanggil oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Brebes, Kamis 1 Maret 2018 malam, guna dimintai klarifikasi terkait adanya temuan stiker pasangan paslon Sudirman Said-Ida Fauziah, di ponpes tersebut.

Diketahui, temuan striker bergambar paslon gubernur dan wakil gubernur Jateng nomor 2 itu, saat berlangsungnya kegiatan pemeriksaan gratis bagi kaum wanita, di sebuah aula ponpes Kecamatan Banjarharjo pada 23 Februari 2018 lalu.

"Kagiatan pemeriksaan gratis bagi kaum wanita, di sebuah aula ponpes Kecamatan Banjarharjo itu, bukan kegiatannya saya," aku dr. Umar Utoyo, usai dimintai klarifikasi oleh Panwaslu Brebes.

Dia mengaku, bahwa pihaknya hadir dalam kegiatan tersebut, karena diminta oleh pihak panitia pada malam hari sebelum kegiatan berlangsung. Hal itu mengingat, kekurangan tenaga medis.

Diakuinya pula, sebelumnya dia menyampaikan kepada panitia kegiatan bahwa dirinya adalah Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, sehingga menolak hadir karena ada kekhawatiran menyalahi aturan.

"Adapun terkait dengan adanya temuan stiker oleh Panwascam Banjarharjo, yang kemudian dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Brebes, saya tidak tau menahu. Sebab, saya ke lokasi menggunakan mobil pribadi dan tanpa ada atribut paslon," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, bahwa pihaknya datang ke lokasi bukan sebagai Katua DPC Partai Gerindra. Tetapi sebagai tim medis yang di minta oleh panitia kegiatan.

"Saya juga bukan sebagai koordinator pemenangan tim Sudirman Said - Ida Fauziah, tetapi sebagai Sekretaris koordinator," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, atas temuan stiker bergambar paslon gubernur dan wagub Jateng, dengan nomor urut 2 itu, Panwaslu Kabupaten Brebes melakukan pemanggilan secara langsung guna minta klarifikasi, melalui surat yang telah dilayangkan.

"Kami dari Panwaslu Kabupaten Brebes telah melayangkan surat pemanggilan, baik kepada panitia kegiatam maupun dr. Umar Utoyo untuk minta klarifikasi secara langsung," ujar Divisi Penindakan dan Penangan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Brebes, Rudi Raharjo, usai klarifikasi terhadap panitia kegiatan, Rabu 28 Februari 2018.

Namun demikian, kata Rudi, dari surat yang telah dilayangkannnya itu, baru dari panitia kegiatan yang telah dimintai klarifikasi.

"Dari dr Umar Utoyo sendiri belum hadir atas pemanggilan melalui surat yang telah kami layangkan, sehingga belum bisa diklarifikasi. Tapi, kami tetap akan minta klarifikasi secara langsung dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Menurutnya, meskipun atas klarifikasi langsung dari panitia kegiatan, yang mengaku bahwa dr. Umar Utoyo, sifatnya hanya sebagai undangan saja, namun pihaknya tetap akan melakukan klarifikasi.

Hal itu dikarenakan, dr. Umor Utoyo, selain sebagai Ketua DPC partai Gerindra juga sebagai koordinator tim pemenangan paslon gubernur dan wagub Jateng untuk wilayah Kabupaten Brebes.

Apalagi, saat kegiatan berlangsung terdapat stiker bergambar Sudirman Said-Ida Fauziah, dan dibagi-bagikan yang notabenenya adalah, paslon gubernur dan wagub Jateng, yang diusung juga oleh Partai Gerindra.

"Apapun bentuknya, itu tidak diperbolehkan. Meskipun hanya berupa stiker paslon. Sebab, tempatnya di lingkungan pendidikan. Itu sama halnya bagian dari bahan atau metode untuk berkampanye, bahkan tidak ada ijin dari kepolisian," jelasnya.

Pihaknya hanya memberikan sanksi teguran saja, meskipin terbukti dilapangan bahwa saat kegiatan berlangsung terdapat stiker paslon nomor urut 2.

Sementara itu, panitia kegiatan Bambang Irwanto saat dikonformasi mengaku, murni kegiatan sosial pemeriksaan kesehatan wanita secara gratis.

"Adapun soal adanya stiker bergambar paslon gubernur Sudirman Said dan wagub Ida Fauziah, ini dari panitia lokal yang membawanya," kata warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes ini.

Kemudian, lanjut dia, terkait diundanya dr. Umar Utoyo, dia mengaku karena saat kegiatan pemeriksaan wanita secara gratis, karena dua tim medis kewalahan menanganinya.

"Apalagi banyak warga yang diluar dari pemeriksaan kesehatan wanita, ternyata ingin diperiksa kesehatannya juga, sehingga kami mengundang dr. Umar Utoyo untuk ikut membantu pemeriksaan kesehatan," paparnya.





 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita