Minggu, 18/03/2018, 11:54:53
Berdinding Plastik, Irigasi Tersier Mendesak Diperbaiki
LAPORAN SL. GAHARU

Irigasi tersier sepanjang 400 meter di Desa Sidaharja hanya berdinding plastik (Foto: Rio)

PanturaNews (Tegal) - Irigasi tersier sepanjang 400 meter yang mengairi 150 hektar sawah di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendesak dilakukan perbaikan secara permanen. Pasalnya, irigasi tersier itu menjadi tumpuan petani untuk kebutuhan air.

“Selama ini, irigasi tersier di Desa Sidaharja itu, hanya berdinding plastik,” kata Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, DR Dewi Aryani, MSi saat meninjau langsung kondisi irigasi tersebut, Minggu 18 Maret 2018.

Menurut Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini, dari dialog dengan para petani bahwa irigasi tersier itu oleh petani diberi dinding plastik. Cara itu dilakukan petani, agar air tidak merembes dan habis ketika sampai di persawahan mereka.

“Saluran irigasi tersier sepanjang 400 meter terpaksa diberi plastik, supaya air tidak merembes sebelum sampai ke lokasi,” terang politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).

Lebih lanjut dikatakan DeAr, pihaknya bersama timnya akan mengusulkan soal saluran irigasi itu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal. “Segera saya usulkan ke Pemkab, karena petani mendesak agar segera diperbaiki,” ujarnya.

Keluhan petani di wilayah pantura Suradadi, lanjut Dewi Aryani, juga disampaikan ke dia saat Dengar Pendapat dengan petani di Rumah Aspirasi Dewi Aryani di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Atas apa yang dikeluhkan petani, Dewi Aryani bersama timnya turun langsung melihat kondisi saluran irigasi yang dikeluhkan.

Saat meninjau di beberapa titik persawahan, Dewi Aryani menemukan banyak sawah di pantura Suradadi yang tidak ada saluran irigasinya. Jadi jika musim kemarau, untuk kebutuhan air, petani terpaksa harus beli.

“Pada musim kemarau, petani secara kelompok harus menyewa pompa air untuk mengambil air dari dalam tanah. Untuk menyewa pompa air dan bahan bakar, petani mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, sehingga menambah biaya tanam hingga panen,” tutur DeAr.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita