Selasa, 27/03/2018, 01:50:22
Dewi Aryani Ajak Warga Pilih Pangan yang Aman
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani (kanan) dan Endang Pujiwati (kiri) pada sosialisasi Memilih Pangan yang Aman di Grand Dian Hotel (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi IX DPR RI DR. Dewi Aryani, MSi bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menggelar sosialisasi bertajuk "Memilih Pangan yang Aman" di Convention Hall Grand Dian Hotel, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa 27 Maret 2018.

Turut mendampingi sebagai narasumber, Kepala BPOM Semarang, Dra. Endang Pujiwati, MM. Apt dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendardi. Sosialisasi dihadiri 500 undangan dari 35 desa. Selain masyarakat berbagai elemen dan lintas sektor stakeholder, hadir juga beberapa Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan dan pengurus DPC PDI Perjuangan.

Kepala BPOM Semarang, Dra. Endang Pujiwati mengatakan banyaknya ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi di pasaran, masyarakat harus lebih waspada dan teliti sebelum mengkonsumsi.

“Di Kabupaten Tegal sendiri banyak ditemukan makanan yang menggunakan zat pewarna bukan untuk makanan. Contohnya krupuk mie, yaitu menggunakan rodamin untuk pewarna merah dan auramin untuk pewarna kuning,” terang Endang.

Pada kesempatan itu, Endang mengajak masyarakat untuk cerdas dan teliti dalam mengkonsumsi makanan. Kedua zat pewarna itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sementara dalam paparanya, Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, mengajak masyarakat dan konstituennya di Kabupaten Tegal, untuk lebih memperhatikan memilih pangan dan obat yang aman dan terdaftar BPOM sebelum dikonsumsi. Dia meminta kepada BPOM untuk meningkatkan upaya pencegahan sebelum produk obat dan pangan tersebut beredar luas di masyarakat, sehingga masyarakat dengan BPOM bisa saling bersinergi meminimalisir kasus penyalahgunaan obat dan pangan.

"Kita harus bersinergi baik dari BPOM maupun masyarakat sendiri untuk mengenal, untuk bisa memilah mana obat dan pangan yang aman layak konsumsi, maupun obat dan pangan yang tidak layak dikonsumsi sekalipun. Itu dasar yang terpenting untuk mencegah penyalahgunaan. Percuma jika hanya salah satu pihak yang bekerja, semua harus bersinergi dan saling berbagi informasi," jelas politikus PDI Perjuangan Dapil Jateng IX.

Dewi Aryani yang juga Anggota Panja RUU POM, menegaskan bahwa kedepan posisi BPOM akan semakin kuat secara lembaga maupun fungsinya. Oleh karenanya, pengawasan obat dan makanan menjadi salah satu konsentrasi agenda Pemerintah untuk melindungi warga sebagai konsumen, dan meminimalisir penyalahgunaan obat dalam kemasan.

Ditegaskan, sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan dan harus digiatkan. Selain untuk melindungi kesehatan warga Tegal, juga menambah pengetahuan dan menjadikan kader-kader informasi obat dan pangan untuk mendukung kinerja Pemerintah.

"Jangan sampai sudah terlambat terjadi kasus penyalahgunaan obat, jangan sampai pangan dan obat yang tidak layak beredar terlebih dahulu. Makanya saya mengajak seluruh konstituen saya untuk menjadi kader informasi obat dan pangan, mensosialisasikan ke warga terdekat disekitarnya sepulang dari acara ini," pungkas Dewi Aryani.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita