Rabu, 28/03/2018, 03:37:58
Dewi: Waspada Konsumsi Obat dan Makanan Ilegal
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani memberi penjelasan kepada masyarakat pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 500 ibu-ibu dari kader Departemen Wanita (Depwan) PDI Perjuangan 27 kelurahan se Kota Tegal, Jawa Tengah, diminta menjadi agen di lingkunganya untuk ikut mensosialisasikan program Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), tentang bagaimana memilih obat dan makanan yang layak konsumsi.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI, DR. Dewi Aryani, MSi dan BPOM Semarang pada sosialisasi bertajuk "Memilih Pangan yang Aman" di Gedung DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, 28 Maret 2018 siang.

Narasumber dalam acara ini adalah DR. Dewi Aryani MSi selaku Komisi IX DPR RI dan Kepala BPOM Semarang, Dra. Endang Pudjiwati MM.Apt didampingi moderator dari Disperindag Kota Tegal, Jawa Tengah.

Acara dihadiri 500 undangan terdiri atas berbagai elemen masyarakat dan melibatkan seluruh anggota Departemen Wanita (Depwan) yang digawangi Ketua Depwan DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Ratna Edy Suripno.

"Saya menghimbau warga di Kota Tegal untuk lebih memperhatikan cara konsumsi obat, memilih pangan dan obat yang aman dan terdaftar BPOM sebelum dikonsumsi. Hindari mengkonsumsi obat dan makanan illegal," ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

DeAr juga meminta koordinasi BPOM untuk menindak tegas produsen obat tidak terdaftar bersama pihak kepolisian, dan meningkatkan upaya pencegahan sebelum produk obat dan pangan tersebut beredar luas di masyarakat, sehingga dapat meminimalisir kasus penyalahgunaan obat dan pangan.

"Kita harus bersinergi baik dari BPOM maupun masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota Depwan untuk membantu mensosialisasikan ke masyarakat luas agar mengenal, memilah obat dan pangan yang aman layak konsumsi, maupun obat dan pangan yang tidak layak dikonsumsi. Semua harus bersinergi. Para kader Depwan, harus bisa menjadi agen untuk sosialisasi," tutur politikus PDI Perjuangan Dapil Jawa Tengah IX ini.

Sementara Kepala BPOM Semarang, Dra. Endang Pujiwati mengatakan banyaknya ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi di pasaran, masyarakat harus lebih waspada dan teliti sebelum mengkonsumsi.

“Banyak ditemukan makanan yang menggunakan zat pewarna bukan untuk makanan. Contohnya krupuk mie, yaitu menggunakan rodamin untuk pewarna merah dan auramin untuk pewarna kuning, atau yang dikenal dengan pewarna tekstil,” terang Endang.

Endang mengajak masyarakat untuk cerdas dan teliti dalam mengkonsumsi makanan. Karena kedua zat pewarna itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Mulailah hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Sehari sebelumnya, DeAr juga mengundang 500 kader dan konstituen di Grand Dian Hotel di Slawi, Kabupaten Tegal. Menurutnya, acara sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan dan harus digiatkan. Selain untuk melindungi kesehatan warga di Dapilnya, juga menambah pengetahuan dan menjadikan kader-kader informasi obat dan pangan untuk mendukung kinerja Pemerintah.

"Setelah kemarin di Slawi, hari ini di Kota Tegal, kemudian akan terus saya lanjutkan ke Brebes. Saya akan terus giat menjadikan kader informasi obat dan pangan terutama di Dapil Jawa Tengah IX. Tidak ada kata terlambat, masyarakat harus kita lindungi kesehatannya," tandas Dewi Aryani.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita