Sabtu, 31/03/2018, 01:25:57
Dewi: Gerebek Pabrik Susu Palsu, Salut Buat BPOM
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani saat sosialisasi Memilih Pangan yang Aman bersama BPOM Jawa Tengah (Foto: Dok/Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Selain memberi apresiasi kepada BPOM Pusat atas temuan 27 merek makarel ikan dalam kemasan kaleng yang positif mengandung cacing pita, Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, M.Si juga memberi apresiasi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah.

“BPOM Semarang berhasil menemukan dan menggerebek produsen susu palsu di Kabupaten Tegal. Saya mengapresiasi, salut karena ini adalah langkah berani dalam penertiban produksi makanan, minuman dan berbagai jenis olahan lainnya,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, Jumat 30 Maret 2018 malam.

Ditegaskan yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, produk makanan yang memiliki ijin memang harus ditertibkan. Karena, kata dia, jika dibiarkan terlalu lama beredar akan merugikan masyarakat.

“Penggrebekan produksi susu dalam kemasan palsu, sebagai pesan agar Kepala Daerah lebih intens melakukan pembinaan dan sosialisasi. Terutama terkait regulasi kepada pelaku UMKM dan UKM di daerah,” tandas DeAr.

Padahal bersamaan dengan peristiwa itu, Dewi Aryani bersama Kepala BP POM Jateng, Endang Pudjiwati sedang gencar melakukan sosialisasi dengan bertajuk "Memilih Pangan yang Aman". Pesertanya ratusan warga dari 35 desa se Kabupaten Tegal, dan ratusan warga dari 27 kelurahan di Kota Tegal.

"Kita harus bersinergi baik dari BPOM maupun masyarakat sendiri untuk mengenal, untuk bisa memilah mana obat dan pangan yang aman layak konsumsi," jelas dihadapan ratusan peserta.

Sementara Kepala BPOM Semarang, Dra. Endang Pujiwati mengatakan banyaknya ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi di pasaran, masyarakat harus lebih waspada dan teliti sebelum mengkonsumsi.

“Di Kabupaten Tegal sendiri banyak ditemukan makanan yang menggunakan zat pewarna bukan untuk makanan. Contohnya krupuk mie, yaitu menggunakan rodamin untuk pewarna merah dan auramin untuk pewarna kuning,” terang Endang.

Diketahui, BP POM Propinsi Jawa Tengah bersama Ditkrimsus Polda Jateng, menggrebek Pabrik Susu Kambing Etawa merek ternama Aumom palsu di Desa Wangandawa RT 07 RW 2, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 28 Maret 2018.

Tim BP POM Jateng, menemukan rumah di Desa Wangandawa, dijadikan tempat produksi dan mengemas susu merk Aumom. Tim yang dipimpin Kepala BP POM Jateng, Endang Pudjiwati berhasil mengamankan sebanyak 2.800 dus susu merk Aumom yang sudah dikemas dengan harga Rp 35.000 per dus, 1 unit mesin pres, alat timbang, bahan baku bubuk coklat dan beberapa pelengkapan produksi.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita