Rabu, 04/04/2018, 12:28:03
Data Pemilih Pilgub Jateng Masih Bermasalah
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Brebes, menilai bahwa hasil pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Pemilihan oleh petugas pendaftaran di wilayahnya untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, masih menyisakan berbagai masalah.

Ketua Panwaskab Brebes, Wakro mengatakan, meski hasil coklit tersebut sudah ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Namun, sampai saat ini masih banyak ditemukan data pemilih bermasalah.

"Misalnya, masih ditemukan adanya ribuan data pemilih ganda. Selain itu, ada juga Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang janggal, karena berisi 41 orang pemilih. Ini terjadi di Desa Jemasih, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes," ujar Wakro, Selasa 3 April 2018.

Dari temuan itu, lanjut Wakro, Mereka yang berisi 41 orang pemilih dalam satu keluarga, terdaftar di TPS 8 Desa Jemasih sebanyak 20 orang dan di TPS 9 sebanyak 21 orang.

Menurutnya, selain temuan tersebut, hasil coklit juga banyak ditemukan pemilih ganda dan NKK yang invalid. Dari DPS oleh KPU untuk pemilihan gubernur Jateng, dimana sebanyak 1.463.592 orang, setelah dilakukan analisa oleh Panwas ditemukan 8.672 orang merupakan pemilih ganda dan NKK invalid.

"Di luar 72 ribu orang yang terkendala e-KTP, kami juga temukan lagi ada sebanyak 8.672 pemilih ganda. Dimana, ada satu, mana tapi tercatat dua  di satu TPS atau satu nama tercatat di TPS berbeda. Kemudian di DPS ini ada NKK penduduk dari luar pulau dan luar kota yang masuk ke wilayah Brebes," terang Wakro.

Terkait hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Muamar Riza Pahlevi, berjanji akan melakukan perbaikan terkait temuan Panwas tersebut. Menurut dia, soal NKK yang memiliki 41 orang pemilih itu dimungkinkan akibat human error saat input data.

"Hari ini saya panggil PPK Ketanggungan dan PPS Desa Jemasih untuk klarifikasi. Kami akan tanya petugasnya langsung," papar Riza.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita