Senin, 09/04/2018, 11:59:28
Ditemukan, 2.851 DPS Pilwalkot Tegal Bermasalah
LAPORAN NINO MOEBI

Staf Panwaslu Kota Tegal menunjukan DPS yang masih bermasalah (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal, Jawa Tengah, menemukan sebanyak 2.851 Daftar Pemilih Sementara (DPS) bermasalah yang tercantum dalam Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP).

Jumlah pemilih di DPS untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal tersebut, merupakan hasil penyortiran by name by address, yang nantinya akan kembali direkomendasikan ke KPU untuk dilakukan validasi ulang.

Ketua Panwaslu Kota Tegal, Akbar Kusharyanto mengatakan, munculnya temuan 2.851 DPS bermasalah disebabkan karena adanya beberapa faktor kesalahan. Diantaranya, data ganda identik, data ganda Nomor Induk Kependudukan (NIK), data ganda Nomor Kartu Keluarga (KK), meninggal tapi masih memenuhi syarat, TNI/Polri masih Memenuhi Syarat.

"Dari total temuan terbaru, didominasi data ganda identik berupa NIK dan NKK," jelasnya.

Menindaklanjuti temuan data bermasalah tersebut, Panwaslu Kota Tegal, akan mengirimkan surat rekomendasi kepada KPU untuk melakukan validasi dan verifikasi ulang terhadap 2.851 DPS. Ia berharap, sambil menunggu hasil verifikasi terhadap DPS bermasalah, pihaknya juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika terdapat atau menemukan DPS bermasalah agar bisa dilakukan perbaikan data.

Komisioner KPU Kota Tegal, Thomas Budiono menanggapi munculnya temuan DPS bermasalah dari Panwaslu, pihaknya mengaku segera menyiapkan permohonan verifikasi ulang ke Disdkucapil. Sebab, berdasarkan hasil coklit DPHP, pihaknya akan mencantumkan sejumlah temuan pendataan pemilih yang harus dicoret dengan berbagai alasan.

Diantaranya, banyak warga yang pindah domisili, ditemukannya pemilih ganda baik identitas atau satu nama terdaftar dua kali, hingga belum mengantongi KTP-el atau surat keterangan.

"Temuan DPS bermasalah, harus segera dicoret untuk menghapus data ganda pemilih," pungkasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita