Kamis, 12/04/2018, 04:43:15
Pegiat Agama Terima Uang Pembinaan
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Guru ngaji dan pegiat agama lainnya di Kecamatan Bantarkawung menerima uang pembinaan dari Pemkab Brebes (FotoL  Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 1.568 pegiat agama di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menerima uang pembinaan dari Pemkab Brebes, Kamis 12 April 2018. Penyerahan dilakukan di Kantor Kecamatan setempat yang dihadiri Asisten I Setda Brebes, H Athoillah Syatori mewakili Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang berhalangan hadir.

"Pemkab sangat berterimakasih kepada pegiat agama seperti guru ngaji dan lainnya telah berjasa membangun rohani sehingga melahirkan generasi yang bermoral dan qurani," kata Athoillah saat sambutan pembinaan.

Menurutnya, menjadi guru mengaji di masjid dan mushola yang selama ini dilakoni para ustadz dan Kiai didasari atas niat ikhlas, tanpa berharap imbalan atau lillahi ta'ala. Namun atas keikhlasan tersebut, justru menjadi perhatian Pemkab Brebes.

"Pemkab Brebes menggulirkan dana stimulan bagi guru ngaji, para ulama di Pondok Pesantren dan guru madrasah serta lainnya," ujar Athoillah.

Pemkab Brebes mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah, guru ngaji juga para kiai yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya mencurahkan ilmu kepada umat Islam yang belajar membaca dan memahami Al Quran. Ketelatenan para guru ngaji setiap hari mendidik dan membina serta mengajarkan ilmunya di masjid, mushola maupun rumah masing-masing.

“Bantuan yang tidak seberapa ini, mudah-mudahan menambah barokah,” kata Athoillah.

Dijelaskan, pemberian bantuan sebagai realisasi dari program pembangunan Pemkab Brebes yang mengutamakan moral spiritual dan juga fisik. Sekaligus sebagai penghargaan untuk para pegiat agama sebagai bukti penyeimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani.

"Bantuan dari Pemkab Brebes ini sudah berjalan beberapa tahun dan selalu meningkat tiap tahunnya terutama jumlah penerimanya," kata Idza.

Ditambahkan, bantuan bersifat stimulant berdasarkan usulan dari Lebe (Kaur Kesra) di masing-masing desa atas persetujuan kepala desa. Mekanismenya, yang bersangkutan, dipilih secara selektif.

"Data itu diserahkan kepada Kecamatan masing-masing untuk diusulkan kepada Bupati," pungkasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita