Sabtu, 14/04/2018, 02:04:33
Herujito: Warga Butuh yang Realistis, Bukan Janji
LAPORAN SL. GAHARU & JOHARI

Dihadapan warga dan alumni SMPN 1 dan SMA Al Irsyad Tegal, Herujito menjelaskan programnya (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Masyarakat butuh program kerja yang kongrit, realistis dan masuk akal, serta berpihak kepada pelayanan masyarakat kecil. Masyarakat tidak butuh janji-janji dan program kerja yang muluk-muluk, tapi tidak realistis dan sekedar retorika.

Hal itu dikatakan Calon Walikota Tegal Nomor 5 yang diusung PDI Perjuangan, Herujito pada pertemuan dengan 200 warga Mintaragen yang digelar Relawan Alumni SMA Al Irsyad di Jalan Citarum Kota Tegal, Jumat 13 April 2018 sore.

Dikatakan Herujito, Program 5 Sempurna dengan tagline SREG pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal, Herujito-Sugono (Heru-Gono), adalah program kerja yang realistis, masuk akal dan lebih berpihak kepada layanan masyarakat bawah.

“Kenapa kami menggunakan tagline Sreg, itu adalah kepanjangan dari Selaras, Religius, Elok dan Guyub,” ujar Herujito dihadapan warga dan alumni SMPN 1 Tegal serta relawan Alumni SMA Al Irsyad angkatan 92.

Dijelaskan Herujito, Selaras artinya dalam membangun Kota Tegal itu harus selaras dengan kearifan lokal, dengan budaya local yang dengan masyarakatnya. Sedangkan Religius, maknanya bahwa masyarakat Kota Tegal itu, wajib berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menghormati perbedaan sebagai rahmat.

“Apapun agamanya jangan dimasalahkan, perbedaan jangan jadi penghalang, tapi bersama-sama menjaga kerukunan, dan saling melindungi. Jangan karena beda keyakinan, beda pilihan membuat antar tetangga jadi tidak saling menyapa,” tutur Herujito.

Kemudian Elok, yaitu untuk pembangunan harus punya prinsip elok. Artinya, Kota Tegal harus ditata dengan rapih, Kota Tegal harus punya vegestarian, yakni setiap jalan harus ada trotoarnya. Jadi setiap pembangunan harus memberi hak pejalan kaki, dan menghormati lingkunganya.

“Persoalan sampah di Kota Tegal harus menjadi perhatian dalam konsep pembangunan, karena untuk menangani sampah adalah kewajiban pemerintah kota. Dengan produksi sampah ratusan ton setiap harinya, jika tidak dikelola sekarang akan menjadi persoalan besar dikemudian hari. Ini membahayakan buat kesehatan warga. Makanya, Kota Tegal itu harus elok, sehingga masyarakatnya hidup dengan nyaman,” ungkap Herujito.

Selanjutnya yang terakhir adalah Guyub, yaitu semua masyarakat Kota Tegal harus goyong royong. Antara pemimpin dan masyarakat harus guyub, gotong royong untuk membangun Kota Tegal. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, pemimpin harus memenuhi. Pemimpin harus melayani masyarakatnya.

“Untuk memenuhi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, Kota Tegal punya anggaran. Semua tergantung kepada kemauan dan niat pemimpinya, walikotanya. Jadi ke depan jangan salah lagi dalam memilih walikota. Lihat programnya, jangan asal pilih,” pinta Herujito yang disambut dengan teriakan semangat ……, Heru-Gono Sreg …..

Ditegaskan, jika dia diberi amanah memimpin Kota Tegal, maka dia harus bisa menepati janjinya dengan menjalankan program kerja Sreg 5 Sempurna. Herujito akan merasa berdosa dan malu, jika nantinya ingkar janji.

“Kalau saya tidak punya niat baik untuk membangun Kota Tegal, mending saya tetap di Jakarta, tetap menjadi Staf Khusus menteri PMK Puan Maharani. Kalau bicara soal jabatan, saya punya jabatan. Tapi karena saya diberi tugas membangun kota kelahiran, saya bersedia meskipun dengan konsekwensi harus mundur, dan meninggalkan semua fasilitas Negara. Ini semata demi bakti saya kepada Kota Tegal,” tegas Herujito yang dilahirkan di Kelurahan Slerok.

Lebih lanjut Herujito menjelaskan tentang program kerja Sreg 5 Sempurna. Yaitu PAUD gratis sebagai wujud dari peningkatan mutu pendidikan. Dokter Jemput Pasien sebagai wujud dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Kemudahan bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp 5 juta hingga 20 juta untuk UMKM, sebagai wujud dari peningkatan perekonomian masyarakat.

Pelayanan Tanpa Antri sebagai wujud dari reformasi birokrasi, dan penataan Kampung Nelayan sebagai wujud dari salah satu peningkatan pembangunan Kota Tegal.

“Program yang kita miliki sudah melalui kajian dari seluruh tim. Program yang kami sodorkan masuk akal, dan sangat bisa di jalankan di Kota Tegal,” tandas Herujito.

Dua program Heru-Gono yakni Dokter Jemput Pasien sudah diuji coba di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Program lainnya adalah Pelayanan Tanpa Antri yang diuji coba di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, dengan nama i-Kelurahan.

“Itu fakta, boleh dicek. Artinya, Program 5 Sempurna Heru-Gono, sangat baik sehingga diadopsi dengan dilakukan uji coba dijalankan,” ujar Herujito.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita