Sabtu, 21/04/2018, 02:06:32
KPU Kendal Coret 10.889 Pemilih
LAPORAN ADANG PURNOMO

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT Pemilihan Gubernur 2018 di kantor KPU Kabupaten ( Foto: Adang Purnomo)

PanturaNews(Kendal) - KPU Kabupaten Kendal Jawa Tengah, menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur 2018 di kantor KPU Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Kamis 19 April 2018. Pada rapat tersebut terungkap ada 10.889 orang pemilih yang terpaksa harus dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur Jateng 2018, karena belum melakukan perekaman data KTP elektronik.

Terhadap warga yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik tersebut, Arif Muthofifin, selaku Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga pada Panwaslu Kabupaten Kendal, mengatakan pada pihak KPU Kendal dan Disdukcapil Kendal agar bertindak proaktif untuk berupaya melakukan perekaman data KTP elektronik. Mereka yang belum melakukan rekam data KTP elektronik, jika nantinya sudah melakukan perekaman data KTP elektronik maka bisa masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan.

“Kami harap, pihak KPU dan Disdukcapil bergerak aktif supaya mereka bisa segera melakukan perekaman data KTP elektronik. Jadi, tidak menyerahkan kepada bereka begitu saja,”harapnya.

Ketua KPU Kendal, Wahidin Said mengatakan, nama-nama yang belum masuk dalam DPT karena belum melakukan perekaman data KTP elektronik, agar segera melakukan perekaman data KTP eletronik. Namun demikian, semua yang terlibat sebagai penyelenggara pemilu harus proaktif ikut mendorong supaya mereka yang sudah memiliki hak pilih untuk bisa melakukan perekaman data KTP elektronik.

“Semua penyelenggara harus proaktif, mulai dari KPU, PPK dan PPS. KPU berkoordinasi dengan Disdukscapil, PPK dengan operator, dan PPS dengan pemilih untuk mendorong perekaman data KTP elektronik,”ujarnya.

Jaelani selaku Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Kendal, saat ditemui di kantornya, Jum'at 20 April 2018, saat diminta konfirmasinya perihal dicoretnya 10.889 orang pemilih dari DPT karena belum melakukan rekam data KTP Elektronik, Jaelani mengatakan bahwa nama-nama yang sudah masuk dalam DP4 dari pusat sebenarnya sudah melakukan perekaman data e-KTP.

“Saya tidak tahu rekam data e-KTP yang didapat oleh KPU itu bersumber darimana, hingga muncul angka 10.889 orang pemilih dari DPT karena belum melakukan rekam data KTP Elektronik. Saya hanya dan tetap berpedoman pada rekam data e-KTP yang ada di DP4 dari pusat ,”ujarnya.

Jaelani juga menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan penyisiran terhadap pemilih pemula yaitu warga yang pada hari pencoblosan Pilgub Jateng sudah berusia 17 tahun. Dari penyisiran tersebut ditemukan hanya 28 orang pemilih yang belum melakukan rekam data e-KTP dan Mereka pun sudah diupayakan bisa melakukan rekam data e-KTP.

“Kami sudah upayakan agar mereka bisa mendapatkan surat keterangan, sehingga bisa menggunakan hak pilihnya,” pungkas Jaelani.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita