Selasa, 08/05/2018, 11:17:26
Demo: Ratusan Pedagang Pasar Pagi Mogok Jualan
LAPORAN SL. GAHARU & NINO MOEBI

Ratusan pedagang menggelar aksi demo di gerbang depan Pasar Pagi Kota Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan pedagang Blok B dan C Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, mogok jualan menyusul aksi demo menuntut pengelolahan yang masih di tangan Investor. Para pedagang juga menuntut agar pengelolaan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal.

Demo yang dimotori Paguyuban Pedagang Pasar Pagi, digelar di pintu gerbang Pasar Pagi Kota Tegal, juga didukung dan diikuti organisasi-organisasi mahasiswa seperti GMNI, HMI, PMII, BEM UPS, BEM STMIK, Selasa 08 Mei 2018 mulai pukul 09.00 WIB.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi, Christanto mengatakan demo diikuti sedikitnya 208 pedagang yang kios di Blok B dan C Pasar Pagi Kota Tegal. “Puluhan kios yang masih dikuasai investor Sinar Permai, harus dikembalikan ke Pemkot Tegal,” katanya.

Sementara perwakilan dari mahasiswa, dalam orasinya mengatakan pada tahun 2015 Pemkot telah membayar sebesar Rp 12,65 milyar kepada pihak investor, agar pengolahan Pasar Pagi Blok B dan C dikelola oleh Pemkot Tegal. Tapi realitanya pengelolahan masih ditangan investor, sehingga menyebabkan para pedagang yang seharusnya ketika pengelolahan di tangan Pemkot biaya sewa Rp 200 ribu per bulan, tapi pedagang harus membayar Rp 2 juta per bulan kepada Investor.

“Padahal jelas dengan adanya surat perjanjian antara Pemkot dan Investor dengan isi, pihak Pemkot membayar sebesar Rp 12,65 milyar terhadap investor, agar pengelolahan pasar pagi dikembalikan ke Pemkot,” terang mahasiswa dalam orasinya.

Karena itu, demo yang dilakukan pedagang menuntut; kembalikan pengelolaan Pasar Pagi ke tangan Pemkot. Kembalikan sertivikat hak ke Pemkot, dan Pemkot harus tegas dan berani terhadap permasalahan ini dengan memutuskan hubungan dengan investor.

Selain itu, dalam pernyataanya para pedagang menuntut agar Pemkot Tegal mengelola Pasar Pagi, selamatkan APBD Kota Tegal dari penyelewengan, singkirkan oknum Aparat Sipil Negara (ASN) yang tidak pro keadilan rakyat.

“Stop penindasan kepada para pedagang, dan stop kriminalisasi pedagang pasar pagi,” teriak para pedagang.

Aksi demo diawali dengan tanda tangan pernyataan sikap para pedagang itu, dilanjutkan long marhc menuju ke Balaikota Tegal, untuk mendesak Pemkot agar bersikap tegas dan berani mengambil sikap.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita