Selasa, 08/05/2018, 05:58:54
Demo: Pedagang Pasar Pagi Duduki Balaikota Tegal
LAPORAN NINO MOEBI & SL GAHARU

Ratusan pedagang Pasar Pagi dan mahasiswa saling dorong dengan polisi dan Satpol PP di gerbang balaikota (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan pedagang Blok B dan Blok C Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, berhasil mendobrak pintu gerbang Balaikota Tegal yang diblokade Satpol PP dan polisi, dan merangsek masuk untuk menyampaikan tuntutannya soal kasus pasar pagi yang tak kunjung selesai, Selasa 08 Mei 2018 pukul 11.00 WIB

Demo yang dimotori Paguyuban Pedagang Pasar Pagi, sebelumnya berorasi di pintu gerbang Pasar Pagi Kota Tegal pukul 09.00 WIB. Demo yang didukung dan diikuti berbagai elemen mahasiswa seperti GMNI, HMI, PMII, BEM UPS, BEM STMIK, pada pukul 11.00 WIB kemudian dilanjutkan long mars menuju Balaikota Tegal.

Upaya pedagang dan mahasiswa untuk masuk ke pendopo Balaikota Tegal, dihadang petugas pengamanan. Saling dorong pun tak terelakkan, hingga akhirnya pedagang dan mahasiswa berhasil masuk dan berkonsentrasi di depan Kantor Satpol PP Pemkot Tegal. Pendemo pun menduduki Balaikota Tegal.

Kapolsek Tegal Timur, Kompol M. Syahri dan Kepala Satpol PP Kota Tegal, Joko Syukur saling berhadapan dengan para pengunjuk rasa. Saling adu argumen dan saling dorong, sehingga suasana memanas.

Dalam orasinya yang dilakukan secara bergantian, pedagang dan mahasiswa mengatakan pada tahun 2015 Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal telah membayar sebesar Rp 12,65 milyar kepada pihak investor, agar pengolahan Pasar Pagi Blok B dan C dikelola oleh Pemkot. Tapi realitanya, pengelolahan masih ditangan investor, sehingga menyebabkan para pedagang yang seharusnya ketika pengelolahan di tangan Pemkot biaya sewa Rp 200 ribu per bulan, tapi pedagang harus membayar Rp 2 juta per bulan kepada Investor.

“Padahal jelas dengan adanya surat perjanjian antara Pemkot dan Investor dengan isi, pihak Pemkot membayar sebesar Rp 12,65 milyar terhadap investor, agar pengelolahan pasar pagi dikembalikan ke Pemkot,” terang mahasiswa dalam orasinya.

Asisten I Pemkot Tegal, Imam Badarudin mewakili Pjs Walikota Tegal, Drs Achmad Rofai, dihadapan pedagang dan mahasiswa menyampaikan permintaan maaf, bahwa Pjs Walikota tidak bisa menemui karena masih dinas luar kota.

Imam Badarudin menegaskan, persoalan Pasar Pagi Kota Tegal sedang dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Pengadilan Negeri (PN) Tegal. Bahkan Pemkot Tegal juga minta pendapat kepada para ahli hukum, termasuk dengan Prof Budi Santoso dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Surat sudah dilayangkan, tinggal menunggu jawabannya. Semua berkas yang barkaitan dengan kasus Pasar Pagi Kota Tegal, juga sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jadi kita menunggu bersama,” ujar Imam Badarudin.

Sementara Ketua Paguyuban Pasar Pagi Kota Tegal, Rikardius Chirsanto Adhitomo menyampaikan, mestinya untuk menyelesaikan kasus pasar pagi tidak perlu konsultasi ke Undip. Pemkot Tegal bisa menyelesaikannya.

Para pedagang dan mahasiswa yang menduduki Pendopo Balaikota Tegal hingga pukul 14.15 WIB, akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan melakukan aksi serupa pada Senin 14 Mei 2018 mendatang.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita