Selasa, 15/05/2018, 12:18:30
Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Stok LPG-BBM
LAPORAN NINO MOEBI

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2018, Pertamina Region IV Jateng dan DIY, akan menambah stok BBM dan LPG. Rinciannya, untuk BBM akan ditambah 28 persen dan LPG 10 persen.

Manager Communication dan CSR MOR IV, Andar Titi Lestari mengatakan, jenis BBM yang ditambah yakni jenis gasoline, seperti premium, pertalite dan pertamax series.

"Kami menyiagakan tambahan stok 28 persen dari rata-rata normal harian 1.048,78 menjadi 1.343,96 KL," ujarnya dalam rilis yang diterima PanturaNews.

Sedangkan, jenis BBM avtur pihaknya juga menambah 18 persen dari konsumsi rata-rata harian. Yakni dari 458 menjadi 574 KL. "Ini untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di bandara Jateng dan DIY selama periode puasa dan lebaran 2018," tutur dia.

Dikatakan, meski ada penambahan stok, khusus untuk jenis gasoil di wilayah eks Karisidenan Pekalongan, diprediksi turun sebanyak 16 persen. Hal ini karena adanya pembatasan operasional angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industri.

"Dari rata-rata harian sebesar 681,86 menjadi 569,90 KL," ungkap Andar.

Sedangkan untuk stok LPG, kata dia, akan ditambahan stok 10 persen dari 5.438.369 menjadi 5.994.479 tabung.

Lebih lanjut Andar menjelaskan, Pertamina MOR IV telah menyiapkan beberapa fasilitas alternatif dalam pengisian BBM. Seperti menempatkan beberapa unit motoris kemasan, menyebar titik kios pertamax.

"Titik kios dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM kemasan,"tambahnya.

Nantinya, fasilitas itu akan disebar di beberapa jalur mudik reguler, ruas tol serta di jalur wisata yang rawan dengan kepadatan.

"Sebagai contoh di wilayah ini, kami menyiapkan 6 SPBU kantong di jalur mudik reguler (non tol). SPBU kantong ini disiapkan guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki menuju titik lokasi SPBU untuk kebutuhan suplai," jelasnya.

Pertamina juga akan mempersiapkan satuan tugas (satgas) di beberapa titik di tol. Di mana Jateng memiliki ruas tol dari sepanjang 96,70 kilometer menjadi 219,51 kilometer untuk jalur tol operasional dan fungsional.

"Sehingga kami memastikan konsumen mendapatkan kemudahan dalam memperoleh BBM dan LPG. (Yakni) dengan terus berkoordinasi dengan instansi dan aparat pemerintah agar distribusi BBM selama libur dan saat jalanan padat tetap lancar," tuturnya.

Untuk penempatan titik lokasi kios, akan diatur oleh Dinas Perhubungan, BUJT serta Polda Jateng dan DIY.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita