Senin, 21/05/2018, 01:37:31
Kelebihan Muatan Penyebab Kecelakaan Truk Maut
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Olah TKP kecelakaan truk maut di Bumiayu, lokasi disterilkan dan jalan ditutup untuk semua jenis kendaraan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Ditlantas Polda Jawa Tengah lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di Jalan Diponegoro Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia, dan belasan lainnya mengalami luka-luka, Senin 21 Mei 2018.

Olah TKP dilakukan untuk penyelidikan pascakecelakaan yang melibatkan kendaraan truk tronton pada Minggu 20 Mei 2018 sekira pukul 16.00 WIB. Truk bermuatan gula pasir itu menabrak 13 sepeda motor dan satu kendaraan roda empat.

Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bakharuddin MS yang memimpin langsung olah TKP mengatakan, hasil penyelidikan awal kecelakaan maut di Bumiayu indikasi awal disebabkan faktor muatan yang melebihi kapasitas. Truk yang semestinya kapasitas muatan yang diijinkan seberat 20,7 ton, mengangkut muatan dan berat kendaraannya sediri total mencapai 38,8 ton.

"Jadi ada kelebihan muatan sampai 18 ton lebih, atau melebihi kapasitas muatan yang diizinkan," katanya.

Kelebihan muatan itu mengakibatkan dorongan muatan dan membuat kendaraan lebih cepat melajunya dan tidak dapat dihentikan. Kemudian kendaraan yang mestinya belok melewati jalan lingkar, justru lurus masuk ke jalur kota dan sopir tidak faham kondisi jalan di kota.

"Masuk ke jalur kota dan tidak dapat dikendalikan dan menabrak mobil di depannya kemudai menabrak beberapa kendaraan roda dua dan beberap bangunan di pinggir jalan hingga akhirnya terbalik," jelas Bakharuddin.

Dikatakan, berdasarkan penyelidikan awal rem truk masih berfungsi, sehingga faktornya bukan karena rem blong tapi karena kelebihan muatan tersebut. Kemudian jalan yang menurun mulai dari Paguyangan di Flyover dan turunan yang cukup panjang.

"Sekali lagi kami pastikan faktor utamanya bukan karena rem blong, tapi karena muatan yang berlebihan tadi," ungkap Bakharudin.

Dijelaskan olah TKP dilakukan dengan menggunakan alat Faro berteknologi Tiga Dimensi (3D) untuk memetakan lokasi. Olah TKP dilakukan sepanjang hampir satu kilometer mulai dari awal terjadinya kecelakaan hingga akhir yang terbagi menjadi 26 spot. Juga menggunakan drone sehingga akan menghasilkan olah TKP yang akurat.

"Olah TKP dengan alat Faro dan drone untuk mendapatkan hasil yang akurat," ucap Bakharudin.

Olah TKP berlangsung hampir enam jam dan selama olah TKP dilakukan jalur kota Bumaiyu ditutup total untuk semua kendaraan

Seperti diketahui, kecelakaan lalulintas truk tronton dengan nomor polisi H 1996 CZ mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Truk yang dikemudikan Pratomo Dianto (47) warga Karangtengah Kecamatan Sampang Cilacap itu menabrak 13 sepeda motor dan sebuah mobil pribadi.

Berdasarkan data yang diperoleh korban tewas adalah Amaliyah Dwi Cahyani (20) asal Bumiayu, M Hanif Amrulloh (37) asal Bumiayu, Yuli Pujiati Ningrum (31) asal Bumiayu, Nada Salsabila Alda (10) Bumiayu, Rizal (31) asal Bumiayu, Saekhun (60) asal Bumiayu, Karempeng (60) asal Bumiayu, Wahidin (27) asal Bumiayu, Roni (48) asal Majalengka RT 02 RW 07 dari Majalengka, Jawa Barat, M Faozan (45) asal Desa Dukuhturi RT 03 RW 04 Kecamatan Bumiayu, Rohmat (49) asal Purworejo dan Isna Efinka (17) Dukuh Kalisalak desa Jatisawit, Bumiayu.

Sementara korban luka-luka sebanyak 11 orang adalah, yakni Muksinin (35) asal Dukuh Bulu Belik Kabupaten Pemalang, M Eldin Nofal (12) asa Dukuh Nagawiru Desas Kalilangkap Kecamatan Bumiayu, Indra Galih Yumanto (26) asal Dukuh Waru Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan, Ramihun (35) asal Dukuh Ciku Desa Plompong Kecamata Sirampog, Mujamil (47) Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, Rudi Hartono (43) dari Dukuh Tengah Desa Jatisawit, Wildah Wahyu (17) asal Desa Kalijurang Kecamatan Tonjong.

Kemudian, Didin Hasanudin (55) asal Kampung Baru Desa Kalierang Bumiayu, Mu'isah (36) asal Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung, sembilan korban ini dirawat di RSU Muhammadiyah Siti Aminah. Sementara dua korban luka dirawat di RS Alam Medika Bumiayu, yakni Abdul Faqih (15) asal Dukuh Genteng Desa Pruwatan Bumiayu, dan Firda Ayu Febriani (9) asal Desa Pakujati Kecamatan Paguyangan.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita