Selasa, 05/06/2018, 20:24:58
DeAr: Pancasila Sumber Kehidupan Bermasyarakat
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota DPR RI, DR. Dewi Aryani sosialisasi 4 Pilar di Kecamatan Bagerbarang dan Bumijawa (Foto: Dok/Rio)

PanturaNews (Tegal) - Politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), kembali mensosialisasikan 4 Pilar. Sosialisasi kali ini dilakukan Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, MSi bersamaan Safari Ramadhanya.

Secara serentak Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini, melakukan Sosialisasi 4 Pilar di Kecamatan Bagerbarang dan Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa 05 Juni 2018.

Peserta sosialisasi yang hadir adalah kader dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Pagerbarang, dan Kecamatan Bumijawa yakni dari Desa Pagerbarang, Margasari, Balapulang, Bumijawa, Bojong dan Jatinegara, dilaksanakan di salah satu rumah tokoh masyarakat Pagerbarang dan Bumijawa.

Dalam ulasanya tentang 4 Pilar, DeAr kembali mengingatkan pentingnya pengamalan Pancasila sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. 

“Artinya seluruh tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menggunakan Pancasila sebagai dasar moral atau norma dan tolak ukur tentang baik buruk, benar salahnya sikap, perbuatan dan tingkah laku warga masyarakat bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sila pertama dalam Pancasila, lanjut DeAr, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Sila pertama ini mengandung nilai-nilai yang religius, penjelasan dalam sila pertama ini diantaranya adalah: Merupakan bentuk keyakinan sebagai hak yang paling asasi yang berpangkal dari kesadaran manusia sebagai makhluk Tuhan

Menurutnya, Negara menjamin kebebasan setiap penduduk untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak boleh melakukan perbuatan yang anti ketuhanan dan anti kehidupan beragama. Mengembangkan kehidupan toleransi baik intern umat beragama, antara umat beragama maupun kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.

"Seluruh lapisan masyarakat diharapkan melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang akan merusak kehidupan beragama. Karenanya saya menghimbau, kita semua untuk saling toleransi dan menghindari isu-isu hoax yang berisi provokasi memecah belah kerukunan umat beragama.

Ditambahkan DeAr, hidup rukun dan damai merupakan salah satu modal utama keberhasilan bangsa ini menuju bangsa yg kuat, maju, sejahtera dan beradab serta di segani bangsa lainnya.

“Kita harus saling toleransi dan menghindari isu-isu hoax yang berisi provokasi dan memecah belah kerukunan,” tandasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita