Kamis, 07/06/2018, 08:28:02
Truk Dominasi Lalu Lintas Pantura
LAPORAN ADANG PURNOMO

Kondisi Lalu lintas di jalur pantura Kendal pada Kamis (7/6) pukul 05.30 WIB (Foto: Adang Purnomo)

PanturaNews (Kendal) - Sepekan menjelang Idul Fitri, arus lalu lintas di jalur pantura Kabupaten Kendal Jawa Tengah, pada dan lancar serta didominasi kendaraan jenis truk.

Pantauan PanturaNews di jalur pantura Desa Jamberum Kecamatan Patebon Kendal, kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan angkut berat seperti truk kontener, trailer, truk box dan lain - lain, Kamis 8 Juni 2018 pukul 05.30 WIB.

Namun terlihat juga kendaraam kecil pribadi seperti minibus, sedan dan yang sejenis berplat luar daetah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Karawang dan bahkan mobil berplat Sumatra, sudah mulai terlihat melintas.

Terkait dengan Arus lalu lintas Idul Fitri tahun 2018, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018.

Aturan tetsebut membatasi operasional truk barang di jalan tol dan jalan nasional mulai 12-14 Juni 2018 dan 22-24 Juni 2018.

Dalam Permen nomor PM 34 /2018 tersebut diatur pemberlakuan pembatasan truk barang dengan ketentuan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14 ribu kilogram (kg), mobil barang sumbu tiga atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Pembatasan operasional mobil barang untuk arus mudik mulai diberlakukan mulai 12 Juni 2018 (H-3) pukul 00.00 WIB sampai dengan 14 Juni 2018 (H-1) pukul 24.00 WIB.

Sementara untuk arus balik diberlakukan sejak 22 Juni 2018 (H+7) pukul 00.00 WIB sampai dengan 24 Juni 2018 (H+9) pukul 24.00 WIB.

Pembatasan kendaraan angkutan barang ini tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas, ternak, hantaran pos dan uang, bahan pokok, serta sepeda motor dalam rangka mudik dan balik gratis.

Dalam PM No 34/2018 tersebut juga diatur mengenai penutupan sementara Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB/Jembatan Timbang) di wilayah Jawa dan Bali. Penutupan UPPKB tersebut karena digunakan untuk keperluan tempat peristirahatan para pengguna jalan di UPPKB setempat.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita