Rabu, 13/06/2018, 10:14:10
DeAr: Setiap Kebijakan Pasti Ada Efek dan Dampaknya
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani saat pers release kepada belasan wartawan liputan Dapil Jawa Tengah 9 (Foto: Dok/Rio)

PanturaNews (Tegal) - Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, selalu ada efek dan dampak, baik itu positif maupun negative. Tapi karena kebijakan infrastruktur yang dibangun untuk membangun perekonomian jangka panjang, maka efek dan dampak yang belum positif harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Demikian dikatakan Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, MSi kepada belasan wartawan saat buka puasa bersama di Rumah Aspirasi Dewi Aryani, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa 12 Juni 2018 sore.

“Dampak dan efek pembangunan jalan tol trans Jawa, adalah sepinya jalur pantura yang dikeluhkan pedagang karena sepinya pembeli pada saat arus mudik lebaran,” ujar Doktor Kebijakan Publik yang akrab disapa DeAr ini.

Melihat kondisi yang demikian, menurutnya, kalau bicara soal investasi jangka panjang, diharapkan ada pemerataan pembangunan berdampak juga pada pemerintah daerah. Sehingga untuk mengatasinya harus ada singkronisasi, dimana pemerintah daerah perlu membangun sentra-sentra ekonomi baru.

“Pembangunan infrastruktur jalan tol, harus disikapi sebagai peluang untuk daerah memperluas area pelaku usaha terutama sector usaha mikro kecil menengah,” tutur DeAr.

Politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), minta agar pemerintah daerah menciptakan pusat ekonomi baru. Kepala Daerah harus mengeluarkan kebijakan menciptakan lebih banyak titik usaha baru, terutama di sector Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dijelaskan DeAr, keberadaan jalan tol justru akan mempermudah dan mempercepat distribusi barang dan modal, sehingga akan menumbuhkan perekonomian di daerah. Ini menjadi tantangan kreatifitas pemerintah daerah yang sangat diperlukan, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal dan Pemkab Brebes.

“Keberadaan usaha mikro kecil yang membentang di sepanjang jalur nasional, harus mendapat perhatian pemerintah. Jangan sampai usaha mikro kecil ini mengalami kebangkrutan, sehingga meningkatkan kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Dewi menegaskan, perlu upaya dari pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik di masing-masing kabupaten dan kota yang dilewati jalur tol. Dengan keragaman budaya dan makanan khas, hingga potensi wisata setiap daerah, diharapkan mampu menarik pengguna jalan untuk singgah dan berbelanja.

Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengelola tempat peristirahatan (rest area), kata dia, justru akan mampu menekan dampak tersebut. Rest area bagi pengguna tol sangat penting keberadaannya untuk istirahat, makan minum hingga MCK.

“Jika selama ini rest area dikelola oleh swasta, maka hanya pemilik modal besar saja yang mampu menyewa tempat usaha. Berbeda jika pemerintah daerah yang mengelola, maka pengelolaan lahan akan diprioritaskan untuk usaha masyarakat,” tandas Dewi Aryani.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita