Selasa, 03/07/2018, 23:52:11
Pilwalkot Tegal Terindikasi Rawan Pelanggaran
Laporan Nino Moebi

Hery Budiman, saksi paslon Habib-Tanty saat memberi alasan menolak tandatangan berita acara (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Meski masih menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara tingkat kota, pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal, dipertanyakan sejumlah pihak. Sebab, munculnya sejumlah permasalahan yang terjadi selama proses rekap perolehan suara di tingkat kecamatan, terindikasi rawan dugaan pelanggaran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Edy Suripno, SH, MH juga mempertanyakan terkait proses pelaksanaan Pilwalkot, karena diduga terjadi sejumlah pelanggaran. Hal itu dibuktikan dengan penolakan sejumlah saksi yang belum mau menandatangani berita acara rekapitulasi perhitungan suara. Kejadian tersebut, terjadi di wilayah Kecamatan Tegal Barat dan Tegal Timur.

"Beberapa indikasi pelanggaran, diantaranya terjadi di TPS 3 Muarareja, terdapat 35 pemilih yang menggunakan KTP-el untuk mencoblos, tapi tidak disertai daftar hadir dan tanpa pencatatan Nomor Induk Kependudukan (NIK)," ungkap H Edy Suripno yang akrab disapa Uyip.

Selain itu, di sejumlah TPS wilayah Kecamatan Tegal Barat, ada C1 (hasil pemungutan suara) yang dibuat oleh saksi dan bukan oleh petugas KPPS. Sehingga, hasil rekap form C 1 berbeda-beda, dan kondisi tersebut membuat saksi PDI Perjuangan mengajukan keberatan.

"Pemilih yang menggunakan KTP-el, tidak didaftar dan daftar hadir tidak ada di kotak suara, sehingga disinyalir ada pemilih yang tidak jelas," katanya.

Edy Suripno menambahkan, sejumlah permasalahan dalam tahap rekap perolehan suara Pilwalkot, juga banyak menimbulkan indikasi pelanggaran. Diantaranya, rusaknya segel atau gembok kotak suara yang jumlahnya mencapai sekitar 10 kotak suara. Bahkan, form C1 hologram sebagai induk C1 di beberapa TPS, hilang dan ditemukannya form C1 hologram yang tertulis dengan plano hasilnya berbeda.

"Anehnya lagi, Form C7 (absensi kehadiran pemilih) sebagai daftar untuk mencatat pemilih yang menggunakan KTP-el di beberapa TPS juga hilang," terangnya.

Temuan indikasi pelanggaran, juga terjadi di wilayah Kecamatan Tegal Timur yaitu banyak form C1 diisi oleh saksi, bukan petugas KPPS serta adanya kotak kosong.

Menurut Uyip, dari berbagai persoalan tersebut pihaknya justru mempertanyakan proses pelaksanaan dan pengawasan pilkada. Ia berharap, Panwaslu segera bertindak sebelum dilakukan rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kota.

Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Kota Tegal, Akbar Kusharyanto menjelaskan, jika ada pihak yang menemukan indikasi pelanggaran diharapkan bisa langsung melaporkan secara resmi ke Panwaslu. Sehingga, laporan dugaan pelanggaran bisa segera diproses serta dilakukan klarifikasi kepada pihak terkait. Bahkan, saat ini pihaknya sedang mengkaji sejumlah persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilwalkot.

"Harapannya, sambil menunggu hasil rekap tingkat kota pada 5 Juli besok, semua pihak tetap menjaga situasi kondusif dan proaktif segera melaporkan dugaan pelanggaran," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang saksi dari Paslon Nomer 4 Habib Ali-Tanty, Hery Budiman dan saksi dari Paslon Nomor 5 Heru-Gono, Cahyono menolak tandatangan di berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Tegal, di tingkat Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 2 Juli 2018 sore.

Usai pembacaan hasil penghitungan suara Pilwalkot Tegal di pendopo Kecamatan Tegal Timur, Hery Budiman menyampaikan, dasar tidak mau menandatangani berita acara, karena banyak dokumen yang berserakan dimana-mana dan ada kotak suara yang kosong.

Hal senada juga disampaikan oleh saksi dari Palson Nomor 5, Cahyono yang menolak tanda tangan berita acara dengan alasan ada kotak suara yang bersegel, tetapi setelah dibuka ternyata kosong dan permasalahan C1 diluar sampul banyak yang berceceran di kotak suara lain. "Saksi dari paslon Nomor 2 dari perseorangan juga tidak hadir.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita