Rabu, 04/07/2018, 16:50:19
Saksi Tolak Tandatangani Berita Acara Rekapitulasi
Laporan Tim PanturaNews

Saksi dari paslon menyampaikan keberatan saat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Saksi dari pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 4 Habib Ali Tanty, dan saksi dari Paslon Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 5 Herujito-Sugono, menolak menanda tangani Berita Acara Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal, Rabu 04 Juli 2018 siang.

Saksi Paslon 4 Pilwalkot Tegal, Hery Budiman mengatakan selain walk out juga menolak menandatangani berita acara rekapitulasi, karena pihaknya mencatat ada sejumlah pelanggaran dalam penyelenggaraan pemungutan suara yang dilakukan penyelenggara Pilwalkot yaitu KPU.

"Kita melihat ada sejumlah kejanggalan, sehingga kita menolak menandatangani berita acara. Selain itu, kami juga mengajukan keberatan terhadap penyelenggaraan Pilwalkot ke Bawaslu Kota Tegal," Hery Budiman.

Hal yang sama juga dilakukan oleh saksi Paslon Nomor 5, Sofyan Efendi. Alasan menolak tandatangani berita acara, karena pihaknya mengindikasikan adanya pelanggaran. Sementara saksi dari Paslon Nomor 2 tidak hadir, sedangkan saksi Paslon Nomor 1 dan 3 menandatangani berita acara Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilwalkot.

Dijelaskan Hery Budiman, kejanggalan yang ditemukan diantaranya pada saat rekapitulasi tingkat kecamatan, ditemukan adanya Kotak Suara yang tidak ada isinya, yaitu di TPS 1 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

“Juga terdapat pelanggaran lain yaitu mengenai input perhitungan data C1 baik data pemilih, pengguna hak pilih, kartu suara digunakan tercatat, dan kartu suara sah dan tidak sah digunakan. Bila dicermati dan dilakukan perhitungan secara teliti, jumlah dalam C1 tersebut terdapat selisih atau tidak sesuai di sejumlah TPS,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijonarko mengatakan adanya saksi yang tidak mau menandatangani berita acara merupakan hak mereka. Namun, tahapan Pilkada akan terus berjalan sesuai ketentuan.

"Silahkan saja, karena itu hak mereka. Namun yang jelas tahapan akan terus berjalan," katanya.

Agus menyampaikan, para pihak yang tidak sepakat atau belum bisa menerima hasil rapat pleno tersebut, masih ada jalan yaitu Makamah Konstitusi (MK). Karena itu, jika memang ada gugatan ke MK, maka untuk penetapan menunggu keputusan MK.

"KPU akan menunggu tiga hari kedepan, apakah ada registrasi gugatan di MK apa tidak. Kalau tidak ada, KPU akan menetapkan pasangan terpilih. Tetapi kalau ada registrasi terhadap perkara ini, kami akan menunggu sampai dengan ada keputusan dari MK," terang Agus.

Pengumuman perolehan suara disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot tingkat Kota Tegal di KPU Jalan Sembodro Kota Tegal.

Perolehan suara untuk urutan teratas adalah Paslon Nomer 3, Dedy-Jumadi mendapat 38.091 suara. Paslon Nomor 4, Habib Ali-Tanty mendapat 37.775 suara. Paslon Nomor 5, Heru-Gono mendapat 21.804 suara, dan Paslon Nomor 1, Nursholeh-Wartono mendapat 21.0296 suara, serta urutan terakhir Paslon Nomor 2, Ghautsun-Muslih mendapat 17.169 suara.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita