Rabu, 04/07/2018, 18:17:41
Habib Ali-Tanty Minta Dilakukan Coblos Ulang
LAPORAN SL. GAHARU & NINO MOEBI

Hery Budiman memberi keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat pleno di KPU Kota Tegal (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Dari fakta dan bukti yang dimiliki pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 4, Habib Ali-Tanty menyimpulkan adanya indikasi kecurangan atau pelanggaran yang memang dibuat secara sistematis, terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal.

“Karena itu, Habib Ali-Tanty melalui surat keberatan yang dikirim ke Bawaslu Kota Tegal, minta agar Bawaslu memerintahkan KPU Kota Tegal untuk melakukan pemungutan suara ulang di setiap TPS yang terjadi pelanggaran,” ujar Saksi Paslon Nomor 4, Hery Budiman.

Pernyataan itu disampaikan Hery Budiman pada Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal, di KPU Kota Tegal Jalan Sembodro Tegal, Rabu 04 Juli 2018 siang.

Dikatakan, pemungutan suara ulang diminta dilakukan pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang terjadi adanya pelanggaran dalam pelaksanaan Pilwalkot Tegal 27 Juni 2018 kemarin.

“Bawaslu Kota Tegal juga kami minta menyatakan, bahwa pada Pilwalkot Tegal telah terjadi pelanggaran yang yang dilakukan oleh KPU Kota Tegal,” tutur Hery Budiman.

Dijelaskan Hery Budiman, pelanggaran dan indikasi kecurangan yang terjadi diantaranya, adanya fakta penambahan suara yaitu di TPS 4 Muaraeja. Jumlah surat suara dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) seharusnya berjumlah 365, sedangkan yang tercantum dalam Form C1 adalah 366, namun dalam perhitungan di tingkat kecamatan berjumlah 368.

“Dari fakta itu jelas ada praktik aktif untuk mempengaruhi, dan menguntungkan pihak-pihak tertentu untuk meningkatkan jumlah suara,” jelasnya.

Pada TPS 3 Muarareja, lanjut Hery Budiman, juga terdapat pelanggaran yaitu ada yang menggunakan A5 sejumlah 35 pemilih yang tidak dikenal pejabat lingkungan, atau paling tidak oleh masyarakat sekitar.

Berikutnya, kata dia, adanya pelanggaran kotak suara di TPS Kelurahan Panggung tidak terisi. Sebagaimana disebutkan di pasal 51 ayat 1 PKPU 8/2018, jelas adanya suatu perbuatan yang sudah tidak sesuai dengan aturan, dan sudah dapat menjadi indikasi bahwa perbuatan itu adalah bersifat terstuktur dan sistematis, serta dilakukan secara massif.

Sebagaimana tertuang dalam surat keberatan, adalah pelanggaran di TPS 19 Kelurahan Panggung, keberadaan C1 yang berada di luar kotak suara. Di TPS 17 Randugunting plano hilang, dan di TPS 2 Panggung tidak ada plano.

“Selain itu, juga terdapat pelanggaran mengenai input perhitungan data C1. Bila dicermati dan dilakukan perhitungan secara teliti, jumlah dalam C1 itu, kami hitung ulang terdapat selisih atau tidak sesuai. Itu terjadi di 25 TPS,” tandas Hery Budiman.

Keberatan terhadap penyelenggara Pilwalkot karena banyak pelanggaran yang dikirimkan Paslon Nomor 4, Habib Ali-Tanty ke Bawaslu Kota Tegal, juga ditembuskan ke DKPP RI, Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, KPU RI, KPU Provinsi Jawa Tengah, dan KPU Kota Tegal.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita