Senin, 23/07/2018, 15:01:56
Banyak Permintaan, Harga Daun Bawang Melonjak
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Petani sayur sedang mengangkut hasil panen daun bawang yang saat ini harganya melonjak, setelah sempat sanjlok (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sudah lebih dari sepekan harga sayuran jenis bawang daun di sentra pertanian sayuran Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan tersebut disebabkan tingginya permintaan.

Harga bawang daun di tingkat petani saat ini mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram di tingkat petani. Sementara pada pekan-pekan sebelumnya harganya hanya berkisar Rp 1.000 per kilogram.

"Sudah hampir dua pekan ini harga bawang daun naik, per kilogramnya bisa mencapai Rp 6.000 sampai Rp 7.000," kata Taripin (50) petani sayur dari Dukuh Kaliwadas Desa Dawuhan, Senin 23 Juli 2018.

Kenaikan harga bawang daun tersebut membuat petani cukup bergairah, mengingat sebelumnya harganya selalu anjlog. Kenaikan harga membuat petani mendapatkan keuntungan setelah sebelumnya selalu pas-pasan penghasilannya, bahkan merugi.

"Sebelumnya keuntungan pas-pasan saja, sekarang lumayan dapat keuntungan," ungkap Taripin.

Kenaikan harga bawang daun dipicu karena banyaknya permintaan pasar. Permintaan tinggi karena daun bawang merupakan bumbu pelengkap untuk makanan yang biasayna di jual di warung-warung. Setelah lebara dan mulai banyaknya aktivitas masyarakat termasuk anak-anak sekolah, menjadikan warung-warung penjual makanan kembali ramai.

"Bawang daun biasanya untuk bumbu pelengkap di warung-warung makan, dan sekarang sepertinya lagi ramai sehingga permintaan juga tinggi," kata Taripin.

Kenaikan harga bawaung daun ternyata tidak diikuti oleh sayuran jenis lainnya seperti kendtang dan wortel. Harga sayuran selain daun bawang saat ini cenderung tetap. Seperti kentang saat ini masih stabil dengan harga Rp 7.500 per kilogram dan wortel Rp 2.500 per kilogram.

"Begitu pula untuk harga kol saat ini masih stabil, Rp 2.200 per kilogramnya," pungkas Taripin.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita